Sejarah Peradaban Inca: Simbol Dominasi dan Kehancuran Kekaisaran

By Ricky Jenihansen, Jumat, 8 September 2023 | 11:00 WIB
Wayna Qhapaq, kaisar Inca yang berkuasa pada tahun 1528 M. (Brooklyn Museum/Wikimedia Commmons)

Nationalgeographic.co.id - Kekaisaran Inca bertahan lebih dari 100 tahun di wilayah pegunungan Andes, meluas di wilayah Amerika Selatan. Dalam sejarah peradaban Inca, para pemimpin menggunakan seni sebagai simbol dominasi kekaisaran di seluruh wilayahnya.

Suku Inca juga menciptakan gaya khas mereka sendiri yang merupakan simbol dominasi kekaisaran. Meskipun teknik dan seni Inca dipengaruhi peradaban Chimu, menurut catatan sejarah Peradaban Inca.

Seni Inca paling baik dilihat pada karya logam yang sangat halus. Emas—dianggap sebagai keringat matahari, sedangkan perak—dianggap sebagai air mata bulan.

Sementara tembaga, barang keramik, dan tekstil dianggap paling bergengsi bagi suku Inca sendiri.

Desain seni Inca sering kali menggunakan bentuk geometris, diselesaikan secara teknis, dan distandarisasi. Papan catur menonjol sebagai desain yang sangat populer.

Salah satu alasan dilakukannya desain berulang kali adalah karena tembikar dan tekstil sering kali diproduksi untuk negara sebagai pajak. Sehingga karya seni mewakili komunitas tertentu dan warisan budaya mereka.

Sama seperti koin dan perangko masa kini yang mencerminkan sejarah suatu bangsa, karya seni Inca atau Andean juga menawarkan motif-motif yang dapat dikenali.

Motif tersebut mewakili komunitas tertentu yang membuatnya atau desain yang dipaksakan oleh kelas penguasa Inca yang memesannya, menurut sejarah peradaban Inca.

Karya yang menggunakan logam mulia seperti cakram, perhiasan, figur, dan benda sehari-hari dibuat khusus untuk bangsawan Inca, dan bahkan beberapa tekstil penggunaannya dibatasi.

Khipu (quipu) atau simpul perekam digunakan oleh kebudayaan Andes kuno seperti Inca untuk mencatat dan mentransfer informasi dan catatan. (Brooklyn Museum/Wikimedia Commons)

Barang-barang yang dibuat menggunakan wol vicuña atau vikunya super lembut juga dibatasi, dan hanya penguasa Inca yang dapat memiliki ternak vikunya.

Vikunya adalah salah satu dari dua camelid Amerika Selatan yang hidup di dataran tinggi Andes. Baik di bawah kepemimpinan Inca dan sampai sekarang