Sejarah Dunia: Ritual Mengecat Tengkorak di Kebudayaan Chincha

By Sysilia Tanhati, Selasa, 19 September 2023 | 16:41 WIB
Para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang Chincha menghiasi tengkorak nenek moyang mereka dengan pigmen merah. Peneliti memperkirakan bahwa proses ini penting untuk membentuk hubungan dekat antara yang hidup dan yang mati. (Fine Arts Museum of San Francisco)

Nationalgeographic.co.id—Setiap budaya dalam sejarah dunia memiliki tradisi dan ritual unik terkait dengan kematian dan orang mati. Salah satunya adalah kebudayaan Chincha. Dalam sejarah dunia, budaya Chincha pra-Columbus berlangsung selama Periode Menengah Akhir (900-1450 Masehi) di barat daya Peru.

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa tengkorak nenek moyang dilukis menggunakan pigmen merah. Untuk melukis atau mewarnai tengkorak itu, mereka menggunakan jari.

“Sekitar tahun 1480 Masehi, kebudayaan Chincha menjadi bagian dari Kerajaan Inca,” ungkap Ashley Cowie di laman Ancient Origins. Garis keturunan mereka menghilang beberapa dekade setelah penaklukan Spanyol atas Peru dimulai pada tahun 1532 Masehi.

Sekarang, sebuah penelitian baru yang mengamati ratusan pecahan tengkorak dan artefak Chincha yang dicat merah. Penemuan itu menunjukkan bahwa tradisi itu mengikat orang hidup dengan orang mati. Selain itu, juga “melindungi secara spiritual” kuburan dari penjarahan.

Tradisi membentuk hubungan dekat dengan orang mati

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Anthropological Archaeology edisi Maret 2023. Penulis pertama studi Jacob Bongers adalah seorang arkeolog antropologi di Universitas Boston. Ia mengungkapkan bahwa penelitian memerlukan analisis ratusan sisa-sisa manusia dan artefak yang ditemukan di Lembah Chincha di Peru selatan.

Para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang Chincha menghiasi tengkorak nenek moyang mereka dengan pigmen merah. Peneliti memperkirakan bahwa proses ini penting untuk membentuk hubungan dekat antara yang hidup dan yang mati. (Fine Arts Museum of San Francisco)

Tengkorak-tengkorak itu ditemukan di lebih dari 100 chullpa. Chullpa merupakan bangunan kamar mayat besar tempat seluruh keluarga dikuburkan. Bangunan ini mirip dengan mausoleum.

Semua sampel tulang dan artefak bertanggal antara tahun 1000 dan 1825 Masehi. Para ilmuwan menemukan bahwa orang-orang Chincha menghiasi tengkorak nenek moyang mereka dengan pigmen merah. Peneliti memperkirakan bahwa proses ini penting untuk membentuk hubungan dekat antara yang hidup dan yang mati.

“Lukisan jari sangat penting untuk membentuk hubungan erat antara orang hidup dan orang mati,” kata Bongers. “Pigmen merah itu sendiri menyoroti hubungan antara hidup dan mati serta perbedaan sosial untuk dilihat orang lain.”

Cat merah untuk menunjukkan hierarki

Namun, perbedaan individu yang mendapatkan cat merah dan tidak tampaknya menjadi indikator hierarki kelas.