Singkap Fakta Pengungsian Pangeran Troya dalam Mitologi Romawi

By Sysilia Tanhati, Jumat, 24 November 2023 | 12:00 WIB
Dalam mitologi Romawi, Aeneas dipandang sebagai pendiri Kota Roma dan nenek moyang bangsa Romawi. Apakah kisah Aeneas ada kaitannya dengan pengungsian Masyarakat Laut? (Federico Barocci)

Nationalgeographic.co.id - Dalam mitologi Romawi, Aeneas dipandang sebagai pendiri Kota Roma dan nenek moyang bangsa Romawi. Faktanya, kisah hidupnya dimulai jauh sebelum Roma muncul. Ia adalah Pangeran Troya yang mengungsi setelah perang berkepanjangan di kampung halamannya.

Mengapa bangsa Romawi menganggap seorang pangeran dari Troya sebagai bapak bangsanya? Apakah ada sejarah dan epos yang mendasarinya?

Aeneid: kisah pengembaraan Aeneas dalam mitologi Romawi dan Yunani kuno

Lahir pada tanggal 15 Oktober 70 SM, Publius Virgilius Maro atau Virgil, dianggap sebagai salah satu penyair terhebat Roma. Ia berkarya di masa pemerintahan Kaisar Augustus. Selain lengkap dan terbaik, hasil karyanya diterbitkan dan diterima dengan baik, terutama Aeneid.

Di ranjang kematiannya, Virgil memberikan instruksi yang jelas untuk menghancurkan semua salinan epos tersebut. “Jelas hal ini tidak terjadi,” tulis Pkoutoupis di laman Ancient Origins. Virgil meninggal pada tanggal 21 September 19 SM.

Virgil membacakan Aeneid kepada Augustus, Octavia, dan Livia.

Apa yang membuat Aeneid begitu istimewa? Epos ini mencatat pengembaraan Aeneas, bersama sesama pengungsi Troya. Dari Troya, mereka akhirnya menjajah Italia dan menyatukan seluruh Latium. Aeneas, sang Pangeran Troya, menjadi nenek moyang legendaris Romulus dan Remus. Pada akhirnya, ia juga dipandang sebagai nenek moyang bangsa Romawi. Kisahnya dipuja-puja sebagai epos penting di Romawi.

Tradisi Aeneas dan migrasinya dari Dardanella menyebar ke seluruh dunia Romawi. Hubungan pertama antara Aeneas, perjalanannya, dan berdirinya peradaban Romawi berasal dari tulisan penyair Latin abad ketiga, Naevius. Secara umum diyakini bahwa karya Naevius sangat menginspirasi Virgil.

Kemudian ada Tabula Iliaca, sebuah monumen Romawi yang berasal dari era Augustan dan awalnya didirikan di Bovillae. Monumen itu menggambarkan kisah tentang jatuhnya Troya.

Ada adegan yang menggambarkan Aeneas dan ayahnya Anchises. Mereka membawa benda suci dan berangkat ke Hesperia. Adegan itu diukir di prasasti bertuliskan “Kejatuhan Troya menurut Stesichorus.” Namun para sejarawan modern masih skeptis dengan kutipan ini.

Bagian dari Siklus Troya, Iliupersis, adalah epos Yunani kuno yang hilang dan hanya bertahan dalam bentuk fragmen. Apakah teks tersebut awalnya disusun oleh penyair Stesichorus abad keenam Sebelum Masehi? Penulis aslinya masih menjadi misteri dan ada atau tidaknya teks puisi yang menyinggung Aeneas masih harus divalidasi.

Tradisi-tradisi seperti ini akhirnya menghasilkan berbagai macam legenda yang dirangkai Virgil menjadi satu narasi tunggal, komprehensif, dan artistik.