Sejarah Mesopotamia Kuno: Ketika Pendidikan Hanya Untuk Kaum Elite

By Hanny Nur Fadhilah, Minggu, 21 Januari 2024 | 10:15 WIB
Pendidikan hanya tersedia bagi kalangan elit dan kaya dalam sejarah Mesopotamia kuno. (Mesopotamian History)

 

Nationalgeographic.co.id – Mesopotamia, wilayah antara sungai Tigris dan Efrat, telah lama digembar-gemborkan sebagai tempat lahirnya peradaban. 

Dalam catatan sejarah Mesopotamia kuno, sekitar tahun 6000 SM masyarakat yang dulunya nomaden mulai menetap, bertani dan memelihara hewan. Hal ini memunculkan pemukiman yang akhirnya berkembang menjadi kota kecil, kota besar hingga kerajaan.

Peradaban ini meninggalkan warisan yang sangat besar. Namun, warisan sejarah Mesopotamia kuno yang paling signifikan bukanlah sebuah kerajaan melainkan dampaknya yang besar terhadap perkembangan pendidikan, pembelajaran dan keilmuan. 

Mesopotamia selatan dihuni oleh bangsa Sumeria, wilayah tengah adalah rumah bagi bangsa Akkadia dan Babilonia dan bangsa Asyur muncul di utara.

Penemuan Penulisan dalam Sejarah Mesopotamia Kuno

Penemuan bahasa tulis paling awal terjadi di Mesopotamia, tepatnya di Sumeria, sekitar tahun 3400 SM. Meskipun penulisannya dimulai dari piktograf sederhana pada lempengan tanah liat, tulisan ini dengan cepat berkembang menjadi bahasa yang sekarang kita sebut sebagai tulisan paku.

Meskipun goresan dan tanda berbentuk baji ini awalnya hanya sekedar alat akuntansi, namun mereka berkembang untuk memungkinkan penulisan dan pencatatan segala sesuatu yang dapat dibayangkan. 

Dengan ditemukannya sistem tulisan paku, bangsa Sumeria dan peradaban Mesopotamia berikutnya mulai mencatat segala sesuatu yang mereka bisa. Mulai dari catatan bisnis, inventaris, perintah istana, himne keagamaan, puisi, dan cerita.

Raja dan pendeta menyadari nilai dan perlunya mendidik para juru tulis - individu terpelajar yang bisa membaca dan menulis, mulai dari penyalin, pustakawan, hingga guru.

Akibatnya, Mesopotamia mengembangkan sistem pendidikan formal. Terkenal karena keberagaman dan ketelitiannya, pelatihan ini sebagian besar merupakan pelatihan praktis dan bertujuan untuk membentuk para ahli Taurat dan pendeta, namun secara keseluruhan, pelatihan ini mewakili sesuatu yang jauh lebih besar.

Mereka tidak tahu bahwa hal ini melambangkan berkembangnya landasan pencarian intelektual dan pendidikan bagi dunia.

Sekolah di Era Mesopotamia Kuno