Setiap orang memproses emosi dengan cara yang berbeda, dan, seperti dilansir dari Medicine Net, pengaruhnya pada kita tergantung pada beberapa faktor:
1) Kebahagiaan
Kebahagiaan dan kesehatan saling berhubungan. Kebahagiaan membuat jantung kita lebih sehat, sistem kekebalan tubuh lebih kuat, dan umur kita lebih panjang. Selain itu, kebahagiaan membantu kita mengatasi stres, yang merupakan penyebab banyak penyakit.
2) Kesedihan
Dalam kasus yang parah, kesedihan dapat menyebabkan depresi. Depresi melemahkan sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebabkan insomnia, masalah ingatan, dan pengambilan keputusan yang terganggu. Kombinasi stres dan depresi juga meningkatkan risiko masalah jantung.
3) Kemarahan
Kemarahan terkait dengan rasa dendam dan mudah tersinggung. Dampaknya bisa bervariasi, mulai dari sakit kepala dan insomnia hingga masalah pencernaan, kulit, serangan jantung, atau bahkan stroke. Kemarahan juga memperburuk gangguan kecemasan karena mempertahankan pola pikir yang tidak sehat.
4) Ketakutan
Ketakutan memicu respons dari sistem saraf otonom, mengalirkan darah dari wajah ke ekstremitas sebagai persiapan untuk respons lari atau bertarung.
5) Jijik
Emosi ini sulit dikendalikan. Berbeda dengan ketakutan dan kemarahan yang meningkatkan denyut jantung, jijik justru memperlambatnya. Bahkan bisa menyebabkan mual dan masalah pencernaan.
Menyadari emosi dan dampaknya membantu kita mengatasi situasi yang menyedihkan, yang merupakan bagian normal kehidupan. Selain memperbaiki hubungan dengan orang lain, mengendalikan emosi juga mencegah masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, serta melindungi diri dari cedera.
Kita memiliki sumber daya internal berharga, tetapi terkadang bantuan dari konselor diperlukan. Jangan ragu mencari bantuan profesional jika diperlukan. Mereka dapat merekomendasikan terapi dan obat-obatan untuk mengatasi gangguan emosional.