Mary Bell, Bocah Pembunuh Berantai Berdarah Dingin Asal Inggris

Muflika Nur Fuaddah Selasa, 22 Mei 2018 | 11:56 WIB
Mary Bell psikopat cilik (Rebel Circus)

Konten artikel berisi kejadian Bagaimana Para Astronaut Menjalankan Salat dan Puasa di Luar Angkasa?

Betty kemudian menikahi Billy Bell, meskipun kehidupan rumah mereka terus tidak stabil.

Mereka tinggal di Scotswood, daerah dengan tingkat kriminalitas tinggi di Newcastle.

Mary mengklaim bahwa ibunya mencoba membunuhnya pada beberapa kesempatan, dan dia bersaksi bahwa dirinya sering mengalami pelecehan seksual.

Pada saat pembunuhan, dia sudah dikenal di sekolah sebagai pencari perhatian.

Pembunuhan Mary Bell pertama terjadi pada 25 Mei 1968, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-11.

Tubuh Martin Brown yang berusia empat tahun ditemukan di sebuah rumah kosong di Scotswood.

Meskipun dia mencekik bocah itu, cengkeramannya tidak cukup kuat untuk meninggalkan bekas. Sehingga hal itu menyebabkan ketidakpastian tentang penyebab kematian korban.

Dua hari kemudian, Mary dan Norma Bell, temannya yang berusia 13 tahun, menerobos masuk sekolah dan melakukan perusakan kelas-kelas.

Setelah merusak, Mary dan Norma meninggalkan sebuah catatan dan mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Catatan ini dianggap sebagai lelucon oleh pihak kepolisian setelmpat.

Pada tanggal 31 Juli 1968, Mary melakukan pembunuhan untuk kedua kalinya. Mary dan Norma mencekik Brian Howe yang berusia tiga tahun, lalu meninggalkan tubuhnya di tanah kosong di daerah Scotswood.

Baca juga: Warga Buang Sampah Sembarangan, Gajah Sri Lanka Sering Makan Plastik

Lebih sadis lagi, sebelum mereka meninggalkan TKP, Mary mengukir huruf “M” pada perut bocah malang tersebut menggunakan gunting.

Mary Bell dalam pemberitaan

Kesadisan Mary tidak berhenti sampai di situ, dia juga memotong sebagian rambut korban, menyayat kakinya, dan memutilasi alat kelamin korban.

Hasil pemeriksaan medis mengatakan bahwa pelakunya memang anak-anak karena kekuatan membunuhnya yang relatif kecil.

Detektif kemudian membawa kedua gadis itu untuk pertanyaan lebih lanjut.

Kasus ini disidangkan pada bulan Desember 1968. Dalam persidangan, "rekan" Mary, Norma, mengatakan bahwa dirinya sempat memohon agar Mary berhenti menyakiti Howe.

Dalam persidangan, Norma dibebaskan dalam kasus pembunuhan. Berbeda dengan Mary yang tetap dijatuhi hukuman.

Baca juga: Patahnya Palu Sidang dan Firasat Harmoko Mengenai Kejatuhan Soeharto

Mary dipenjara pada penjara anak di Red Bank Community Home dan dibebaskan setelah selesai menjalani hukuman selama 12 tahun. Ketika dibebaskan pada tahun 1980, Mary berusia 23 tahun.

Karena Mary termasuk dalam kategori "di bawah umur" saat melakukan pembunuhan tersebut, ketika Mary terbebas dari hukuman, dirinya pun diberikan nama dan identitas baru.

Walau begitu, banyak orang dan wartawan masih terus berusaha menemukan Mary, si pembunuh.