Tanpa Disadari, Enam Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Memicu Depresi

By National Geographic Indonesia, Rabu, 6 Juni 2018 | 11:19 WIB
Depresi (Lutfi Fauziah)

Merasa sedih, mudah marah, kurang motivasi, mudah tersinggung, hingga putus asa merupakan beberapa tanda seseorang mengalami depresi. Depresi bisa terjadi dalam waktu yang sebentar hingga sangat lama bila tidak diatasi dengan baik.

Masalah dalam kehidupan yang sangat kompleks kerap membuat seseorang menjadi depresi. Namun, sebagaimana dikutip dari Boldsky.com, depresi juga bisa dipicu oleh kebiasaan sehari-hari. Apa saja kebiasaan sehari-hari itu?

Konsumsi makanan olahanSebuah penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan, orang-orang yang suka makan makanan olahan hampir setiap hari lebih rentan mengalami depresi.

Baca juga: Fenomena Penyakit Mental di Industri Hiburan, Apa Penyebabnya?

Makanan olahan itu misalnya seperti keripik, mie instan, dan sosis. Makanan yang tidak sehat itu dapat menyebabkan perubahan zat kimia di otak yang memicu depresi.   Mengisolasi DiriMenghabiskan waktu sendirian boleh-boleh saja. Namun, jangan terlalu sering. Terlalu mengisolasi diri, misalnya terus mengurung diri di kamar bisa membuat rasa kesepian dan memunculkan pikiran negatif. Depresi pun akhirnya mudah terjadi bila kurang bersosialisasi.   Menggunaka media sosial secara berlebihanMenggunakan media sosial ada batasnya. Penelitian menemukan, orang yang sangat aktif di sejumlah akun media sosial lebih rentan depresi. Apalagi jika media sosial lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang negatif.   Dikelilingi orang-orang yang berpikir negatifHati-hati, jika Anda suka berada di sekitar orang yang terus berpikiran negatif, bisa jadi Anda ikut tertular pikiran yang negatif.

Hal ini bisa menjadi racun dalam kesehatan mental Anda dan memicu depresi. Jangan menghabiskan waktu dengan pemikiran yang negatif dan pesimis. Apa gunanya?

Baca juga: Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang yang Dihantui oleh Hantu Yurei

MerokokGaya hidup tak sehat yang satu ini memiliki sederet efek negatif pada tubuh maupun pikiran. Sejumlah penelitian menunjukkan, merokok setiap hari dapat mengganggu keseimbaangan kimia di otaj sehingga memicu depresi. Jadi, menjauhi rokok tak hanya terhindar dari pemyakit fisik, tetapi juga mental.

Kurang olahragaOlahraga sangat penting juga untuk kesehatan mental. Penelitian menemukan, orang-orang yang tidak pernah atau sangaat kurang olahraga rentan depresi. Olahraga bisa meningkatkan kadar serotonin dalam otak yang membuat suasana hati bahagia.