Kehidupan ‘Beracun’ di Lokasi Daur Ulang Puing-puing Roket di Rusia

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 8 Agustus 2018 | 13:24 WIB
Remaja Rusia berdiri di dekat potongan roket. (Raffaele Petralla )

Nationalgeographic.co.id - Di jantung wilayah Arkhangelsk Oblast, Rusia, terdapat Plesetsk Cosmodrome, sebuah pangkalan rudal yang dibangun pada masa Perang Dingin.

Kini, pangkalan tersebut menjadi salah satu fasilitas peluncuran roket paling aktif di dunia.

Setiap roket yang diluncurkan dari Plesetsk, menyisakan beberapa bahan bakar dan puing-puing yang jatuh kembali ke Bumi, tepatnya di distrik Mezensky, area terlarang yang terletak 200 mil dari pangkalan.

Di dekatnya, terdapat kota Mezen, permukiman dengan jumlah populasi 3.575 orang.

Baca juga: Perubahan Ekstrem di Pabrik Nuklir Fukushima Setelah Meledak Pada 2011

Kehidupan di Mezen tidaklah mudah. Setiap musim panas, sungai yang melintasi wilayah tersebut, membanjiri jalanan lokal. Memaksa warga membawa barangnya untuk mengarungi sungai.

Jadi, ketika bagian-bagian roket jatuh dari langit Mezen, penduduk desa langsung mengumpulkannya. Potongan-potongan tersebut digunakan untuk membuat perahu bernama rocketa, serta papan luncur.

Perahu rocketa yang dibuat dari puing-puing roket. (Raffaele Petralla)

Sementara itu, emas dan titanium dari roket akan berakhir di pasar gelap di Arkhangelsk, kota terbesar di kawasan ini.

Serpihan-serpihan roket juga berdiri tegak di kebun warga. Seolah-olah itu dapat menumbuhkan pohon-pohon metalik.

“Saya tidak memercayainya hingga akhirnya melihat dengan mata sendiri,” ujar Rafaelle Petralla, fotografer Italia yang mengunjungi wilayah tersebut pada 2017 dan 2018 untuk mendokumentasikan kehidupan warganya yang luar biasa.

Komponen emas dari roket biasanya dijual warga di pasar gelap. (Raffaele Petralla)