HAL, Robot Anak Laki-laki yang Bisa Bernapas, Berdarah dan Menangis

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 12 September 2018 | 18:30 WIB
Robot HAL diciptakan untuk membantu praktik mahasiswa kedokteran dalam memeriksa pasien. (Gaumard Scientific)

 

Nationalgeographic.co.id – Praktik medis semakin realistis saat ini. Beberapa perusahaan mulai mengembangkan robot yang dapat membantu murid-murid kedokteran berlatih menghadapi pasien.

Salah satu produk robot yang diciptakan adalah HAL. Ia hadir menyerupai bocah laki-laki berusia lima tahun yang dapat menanggapi pertanyaan, mengikuti jari-jari dokter dengan matanya, mengeluarkan darah, dan mengalami kejang.

HAL bahkan mempunyai denyut nadi.

Baca Juga : Rencana Ilmuwan Ciptakan Alat Penurun Hujan di Gurun Sahara

Robot anak laki-laki ini dibuat oleh Gaumard Scientific, perusahaan yang pertama kali membuat tiruan kerangka manusia untuk digunakan di sekolah kedokteran.

Seiring berjalannya waktu, teknologi perusahaan ini berkembang dengan pesat. Kini, tidak sekadar menciptakan kerangka, mereka juga mampu membuat robot anak laki-laki yang mirip dengan manusia.

HAL dapat meniru gejala-gejala penyakit yang dialami manusia – seperti serangan jantung dan syok anafilaksis. Pupil mata HAL juga akan membesar jika cahaya mengarah ke matanya. Selain itu, gula darah, tingkat oksigen serta karbon dioksida dalam ‘tubuh’ HAL pun dapat diukur.

Yang menakjubkan, HAL akan menangis dan memanggil ibunya jika kesakitan atau takut saat diperiksa dokter.

Dalam video promosi, terlihat seorang dokter bertanya kepada HAL seberapa sakit kepalanya, dan ia menjawab dengan nilai “delapan” untuk mendeskripsikannya.

Baca Juga : Facebook Community Help, Fitur 'Istimewa' di Tengah Situasi Bencana

Agar dokter mampu berlatih menghadapi pasien cedera dan sekarat, HAL juga dapat dihubungkan ke mesin rumah sakit sungguhan dan disetrum dengan defibrilator.

Ketika sudah sadar, reaksinya bisa diatur dalam kondisi emosi yang berbeda, seperti lesu, marah, kagum, bingung, dan cemas.