Mengenal Ragam dan Motif Batik yang Menjadi Kekayaan Khas Indonesia

By National Geographic Indonesia, Selasa, 2 Oktober 2018 | 10:39 WIB
Batik Indonesia. (apartura/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - Indonesia sangat berbangga pada 2 Oktober 2009 lalu. Sebab, di tanggal tersebut, UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Pemerintah Indonesia pun kemudian meneguhkan tanggal ini sebagai Hari Batik Nasional.

Di balik Hari Batik, tahukah Anda bahwa terdapat makna yang amat mendalam pada karya batik yang tersebar di Nusantara? Berikut ragam batik yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia.

Batik Yogyakarta

Batik Yogyakarta memiliki beberapa motif khas, termasuk batik yang digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarga. Batik keraton memiliki tampilan warna dasar yang putih bersih.

Pada motif batik ini, terdapat banyak doa dan harapan bagi penggunanya. Salah satunya adalah motif ceplok, grompol. Dengan ragam desain geometris berdasar pada pola bunga mawar atau bintang misalnya, batik ini melambangkan harapan baik bagi pengantin yang menggunakannya.

Baca Juga : Iki Palek, Tradisi Potong Jari Sebagai Tanda Kehilangan dan Kesetiaan

Pada batik Yogyakarta, terdapat pula motif yang melambangkan kewibawaan, kekuasaan, serta kebesaran pemakainya. Motif ini dikenal dengan motif parang, keris, atau pedang.  Beberapa motif parang hanya digunakan oleh para raja dan keturunannya, dan digolongkan dalam jenis batik larangan.

Batik Solo

Solo menjadi salah satu daerah yang wajib disambangi jika ingin mendalami filosofi batik, terutama kawasan kampung batik Laweyan serta Kauman. Di sini lah kegiatan membatik menjadi bagian dari napas warganya.

Di Keraton Surakarta, beberapa motif batik yang dianggap sakral dan hanya dipakai oleh raja dan keluarganya, yaitu motif jenis barong, parang, kawung, dan sawat.

Ada banyak motif batik solo yang digunakan saat pernikahan, yang juga melambangkan banyak harapan. Beberapa di antaranya adalah batik Sidomukti yang dikenakan oleh mempelai. Motif ini melambangkan harapan akan kehidupan penuh rejeki serta kebahagiaan.

Sedangkan motif batik bondhet dengan kerumitan polanya, dikenakan oleh pengantin perempuan pada saat malam pertama.