Suku Pedalaman Huaorani, Berbahasa Beruang dan Memiliki Kaki yang Unik

By Loretta Novelia Putri, Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:57 WIB
suku huaorani (Pete Oxford/mediadrumworld.com via Tribunnews)

Nationalgeographic.co.id - Amazon memang terkenal sebagai rumah bagi beberapa suku yang belum tersentuh kehidupan perkotaan. Salah satunya adalah kehidupan manusia dari suku pedalaman di Ekuador, dekat dengan perbatasan Peru yang hobi memakan monyet. Mereka adalah suku Huaorani.

Suku Huaorani masih menggunakan peralatan tradisional dalam berburu kebutuhan pangan mereka. Mungkin Anda bisa membayangkan kehidupan layaknya di film Tarzan.

Diperkirakan masih terdapat sekitar 4.000 orang Huaorani yang hidup dan tinggal di dalam lebatnya hutan. Mereka hidup berkelompok dan membangun kehidupan di hutan Amazon.

Baca Juga : Viral Sari Buah Pisang Cair Mengandung Narkoba, Berikut Ini Faktanya

Pemerintah Ekuador sendiri mendirikan Kawasan Etnis Waorani untuk melindungi kawasan hutan yang mereka tinggali.

Hal ini dilakukan untuk menjaga ekosistem di sana. Bayangkan, bila hutan tempat tinggal mereka rusak, monyet dan hewan lain yang mereka konsumsi untuk bertahan hidup pun akan ikut hilang.

Suku Huaorani akan memburu mangsanya, seperti monyet dan babi untuk dikonsumsi. Mereka akan memanjat pohon dan memburu monyet serta babi. Tidak menggunakan alat yang canggih, mereka hanya menggunakan sumpit yang berisi "jarum" untuk melumpuhkan mangsanya.

"Peluru" yang ditiupkan ini bukan sekadar benda kecil tajam, namun sudah dilumuri dengan racun.

Suku Huaorani ahli dalam membuat topi, (Pete Oxford/mediadrumworld.com via Tribunnews)

Layaknya suku pedalaman yang lain, suku Huaorani tidak mengenakan pakaian sehelai pun. Meski demikian, mereka ahli dalam membuat ornamen kepala seperti topi atau headband.

Selain tidak mengenakan pakaian, satu hal yang membuat mereka berbeda dengan orang lain adalah bentuk kaki dengan susuan jari yang melebar. Terutama pada bagian ibu jari.

Tidak hanya itu, bahkan banyak dari mereka memiliki jumlah jari kaki yang lebih dari jumlah manusia "normal".

Suku Huaorani tinggal tidak jauh dari Rio Napo, wilayah hutan raksasa Amazon, dekat dengan Peru. Pete mengabadikan suku pedalaman ini dan menyebutnya sebagai "orang hutan yang selaras dengan hutan".