Kehabisan Bahan Bakar, Teleskop Kepler Akhiri Misi Luar Angkasa

By Nesa Alicia, Rabu, 31 Oktober 2018 | 15:36 WIB
Teleskop Kepler. (NASA/JPL)

Nationalgeographic.co.id - Salah satu teleskop luar angkasa milik NASA, Kepler, harus berhenti mengudara setelah sembilan tahun beroperasi. Para ilmuwan telah menghentikan aktivitas Kepler di luar angkasa karena kehabisan bahan bakar. 

"Kepler telah mengajari kita bahwa planet ada di mana-mana dan sangat beragam," kata Jessie Dotson, ilmuwan proyek Kepler.

Menurutnya, Kepler telah kehabisan bahan bakar selama berbulan-bulan. Mereka sempat berniat memperpanjang masa operasionalnya, tetapi tank pada Kepler telah kering dua minggu lalu. 

"Ini menandai berakhirnya operasi pesawat ruang angkasa untuk Kepler, dan akhir dari pengumpulan data sains," ujar Paul Hertz, kepala Astrophysics Division.

Baca Juga : Viral Video Tanah 'Bernapas' di Hutan Kanada, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kepler diluncurkan pada tahun 2009 dan dilengkapi dengan kamera digital terbesar untuk pengamatan luar angkasa pada saat itu.

Kemunculan Kepler membantu ilmuan di Bumi yang memiliki pengetahuan terbatas tentang planet di tata surya. 

Teleskop ini telah menemukan keberadaan ribuan planet yang tidak pernah diketahui sebelumnya. 

Baca Juga : Rasa Es Krim Dapat Menunjukkan Kepribadian Seseorang, Anda yang Mana?

Meski sistem kemudi tidak dapat berfungsi dan bahan bakar hidrazine semakin menyusut, tetapi teleskop senilai 600 juta dollar AS ini dapat berfungsi selama sembilan tahun -- melampaui prediksi sebelumnya.

Kini, Kepler hanya menunggu untuk dinonaktifkan pemancar dalam dua minggu ke depan. Setelah itu, Kepler akan hilang dalam orbit dan menjauh dari Bumi.