Mengenal V1, Bom Terbang Peninggalan Nazi yang Ditemukan di Inggris

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 7 November 2018 | 14:31 WIB
Bagian-bagian V1 yang ditemukan di Packing Wood, Inggris. (Colin Welch/Research Resource)

Nationalgeographic.co.id – Para arkeolog telah menemukan sisa-sisa ledakan ‘bom terbang’ Jerman, V1, yang jatuh di hutan Inggris pada 1944 saat ia menuju targetnya di London.

Penggalian tersebut mengungkap beberapa bagian logam utama V1, pendahulu dari rudal jelajah yang ada saat ini. V1 merupakan satu dari ribuan ‘senjata balas dendam’ atau ‘Vergeltungswaffen’ yang diluncurkan Nazi Jerman di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II.

Colin Welch, pemimpin studi mengatakan, ada sekitar 10 ribu bom terbang yang ditembakkan Jerman menuju Inggris antara 1944 hingga 1945.

Baca Juga : Tulang-tulang dan Batu Bata Merah Ditemukan di Sumur Tua di Surabaya

V1 yang digali di Packing Wood tersebut adalah beberapa bom yang tidak sampai ke tujuan—ia jatuh sebelum mencapai London. Pilot pesawat tempur pada masa itu sudah mahir menjatuhkan bom-bom terbang dan menghancurkannya.

Meski begitu, tetap ada bom yang berhasil mencapai targetnya dan kemudian menewaskan 6000 orang di Inggris dalam beberapa bulan. V1 juga menyebabkan kerusakan parah dan sering memicu kebakaran bangunan.

Senjata balas dendam Nazi

Menurut keterangan Imperial War Museum di London, bom terbang V1 memiliki rentang sayap lebih dari lima meter dan membawa hulu ledak tinggi dengan berat sekitar 1.700 lbs. V1 biasanya diluncurkan dari lereng dan memiliki kecepatan hingga 400 mph berkat mesin pulse-jetnya.

Welch mengatakan, kebisingan V1 sangat menakuti penduduk Inggris. Terutama jika suara itu terputus begitu saja di suatu tempat—menandakan bahwa bom terbang telah sampai ke sasarannya.

“Suaranya sangat khas, rendah namun terburu-buru layaknya mesin jet. Anda juga bisa mendengar suara ledakkan saat ia berakhir di tempat tujuannya,” papar Welch.

Bom terbang V1 mampu menempuh perjalanan hingga 240 kilometer. (Lysiak/Bundesarchiv/Wikimedia Commons)

Setiap V1 memiliki sistem panduan yang didukung oleh udara terkompresi sehingga dapat melakukan perjalanan hingga 240 kilometer—cukup jauh untuk menyasar targetnya di Inggris.