Mereka dianggap bipedal, meskipun dengan bentuk bungkuk dan dikenal merangkak (dan terkadang berlari) dengan keempat kaki seperti binatang. Mereka paling suka memberi makan anak-anak kecil (mungkin karena mudahnya mereka dibunuh) tetapi akan memberi makan manusia mana pun yang memiliki kesempatan untuk dikanibal.
Ghoul juga dianggap memiliki kemampuan untuk berubah bentuk. Mereka bisa tampil sebagai wanita cantik yang memangsa pria penuh nafsu dengan memikat mereka ke daerah terpencil, atau sebagai hewan di padang pasir seperti hyena.
Mereka diketahui tetap dalam bentuk ini sampai mereka memiliki kesempatan untuk menerkam korbannya dan melahapnya. Ghoul dianggap sangat suka memangsa para pelancong.
Beberapa cerita mengklaim bahwa mereka menyalakan api dari jalur yang dilalui dengan baik sehingga mereka dapat memikat seorang musafir ke dalam perangkap dan melahapnya.
Ciri lain yang menarik adalah bahwa mereka tidak secara khusus terkait dengan memakan orang mati. Mereka dikenal lebih suka daging segar, dan meskipun mereka tidak menolak mayat jika tidak ada sumber makanan lain yang tersedia, mereka tentu lebih memilih korban hidup.
Bisakah Ghoul Dibunuh?
Ada cara untuk melawan hantu meskipun sangat penting untuk melakukannya dengan sangat tepat. Kesalahan apa pun dari individu yang melawan hantu pasti akan mengakibatkan kematian.
Metode yang paling umum digunakan untuk membunuh makhluk ini adalah pemenggalan kepala. Mitos ghoul kuno mengklaim bahwa ghoul dapat dibunuh dengan menggunakan pedang.
Dua atau lebih serangan akan membangkitkan makhluk itu dan hampir pasti menyebabkan kematian bagi orang yang melawan hantu itu. Karena hanya satu serangan yang dapat digunakan untuk membunuh ghoul, pemenggalan kepala adalah metode yang lebih disukai untuk memastikan monster itu mati dengan cepat.
Ada beberapa cara lain untuk menangani hantu. Salah satunya adalah dengan menggunakan api.
Diperkirakan juga bahwa sengatan listrik dan paparan asam pekat dapat membunuh hantu. Terakhir, sinar matahari menyakitkan bagi ghoul dan jenis cahaya yang lebih pekat bisa sangat berbahaya bagi mata mereka.
Penjelasan Sains di Balik Fenomena Rumah Ambruk akibat Pergerakan Tanah di Purwakarta
Source | : | Mythology Source |
Penulis | : | Hanny Nur Fadhilah |
Editor | : | Mahandis Yoanata Thamrin |
KOMENTAR