Es di Greenland Meleleh dengan Sangat Cepat, Apa Penyebabnya?

By Gita Laras Widyaningrum, Senin, 17 Desember 2018 | 13:43 WIB
Sebuah foto udara dari Greenland, lengkap dengan area es yang menggelap. (K.N Rosandrani)

Nationalgeographic.co.id - Selama beberapa hari pada Juli 2012, suhu di Arktika sangat panas sehingga hampir semua lapisan es di Greenland berubah menjadi lumpur salju. Saking panasnya, ilmuwan yang berada di puncak lapisan es pun tiba-tiba tenggelam ke dalam lapisan salju setinggi lutut mereka sebelum itu akhirnya meleleh.

Di dekat lapisan es, terlihat genangan air berwarna biru cerah yang berkumpul di sekitar permukaan putih yang rata. Membentuk sungai-sungai yang mengalir dan saling berhubungan. Salah satu sungai yang 'membengkak', menyapu jembatan yang sudah berdiri selama beberapa dekade.

Begitu banyaknya lapisan es yang meleleh tersebut membuat permukaan laut global naik lebih dari satu milimeter.

Baca Juga : Jaich Maa, Rumah Bagi Ekosistem Baru di Dasar Laut yang Gelap

Fenomena pencairan ini sangat mengkhawatirkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut peneliti, suhu di musim panas 2012 telah membuat es di Greenland, meleleh 20 kali lipat. Yang lebih mengkhawatirkan, proses pencairannya terjadi dengan sangat cepat.

"Pencairan lapisan es Greenland lebih besar dari titik mana pun di dunia dan lebih cepat sejak 350 tahun terakhir," kata Luke Trusel, pemimpin penelitian di Rowan University.

Efeknya tidak boleh diabaikan: mencairnya hamparan es di Greenland akan menghasilkan buangan air setinggi tujuh meter ke lautan dunia. Ini sangat berbahaya bagi siapa pun yang tinggal di dekat pantai dan pelabuhan, serta memengaruhi sambungan penerbangan di bandara dekat laut.

Efek gumpalan air

Sangat jelas bahwa pencairan di Greenland melaju lebih cepat dibanding peningkatan suhu. Jika suhu semakin hangat, maka lapisan es akan semakin sensitif–terutama karena proses pencairan di permukaan es mengubah warnanya.

"Coba Anda pikirkan tentang hamparan salju. Saat mencair, ia akan berubah menjadi gumpalan air," papar Trusel.

Gumpalan air menyerap panas matahari lebih banyak dibanding salju yang padat. Akibatnya, semakin banyak panas yang diserap, semakin banyak es juga yang mencair.

Baca Juga : Terungkap, Alasan di Balik Punahnya Hiu Purba Raksasa Megalodon