Terancam Punah dan Terusir, Malangnya Nasib Orangutan di Batang Toru
Ada dua kemungkinan yang akan terjadi apabila orangutan Tapanuli di blok barat, terutama bagian selatan, berpindah ke dataran tinggi. Pertama, sebagian orangutan akan mati. Kedua, orangutan Tapanuli betina tidak akan bisa bereproduksi dengan baik. Alhasil, populasi orangutan Tapanuli tidak bertambah melainkan akan berkurang.
Stan menjelaskan orangutan betina tidak bisa berovulasi (melepaskan sel telur yang siap dibuahi-red) dan melahirkan anak apabila tidak mendapat makanan yang cukup. Dan hal itu menyebabkan lambatnya reproduksi orangutan Tapanuli.
“Jadi, kalau populasi orangutan Tapanuli menjadi padat di daerah yang kekurangan makanan, reproduksi mereka akan lambat. Pada akhirnya jumlah akan berkurang tentu saja faktor utama yang memutuskan mengenai jumlah orangutan Tapanuli di sini adalah makanan," jelas Stan.
Jika bagian dataran rendah hilang, atau tidak bisa lagi diakses oleh orangutan Tapanuli. Pada akhirnya mereka akan berkurang, karena makanan di wilayah dataran tinggi tak memadai. Bukan tidak mungkin orangutan Tapanuli yang merupakan spesies istimewa milik Indonesia akan punah dan hanya tinggal cerita.
Soliter
Setelah mengulas beberapa ancaman yang menyebabkan orangutan Tapanuli bisa punah. Lalu, bagaimana dengan pola hidup orangutan Tapanuli? Ternyata orangutan Tapanuli dikenal soliter atau suka menyendiri. Sejak usia belia orangutan Tapanuli sudah menunjukkan independensi.
Fakta tersebut disampaikan Riset Koordinator Orangutan Tapanuli Stasiun Batang Toru, Sheila Kharismadewi Silitonga kepada VOA, mengatakan orangutan Tapanuli yang memiliki pola hidup lebih soliter menjadikannya lebih banyak menghabiskan waktu sendirian untuk mencari makanan.
Menurut Sheila, pada usia 2 tahun anak orangutan Tapanuli sudah mulai belajar mencari makan sendiri, meski masih mengikuti induknya mencari makan.
"Tergantung seberapa sulit makanan itu untuk diproses. Ada buah-buahan tertentu yang bisa langsung dimakan oleh anak orangutan Tapanuli. Ada buah tertentu yang cukup sulit dimakan," papar Sheila.
"Misalnya, buahnya keras atau sulit diperoleh sehingga dia harus minta bantuan dari induknya untuk mendapatkan makanan. Makin dewasa. Dia akan makin independen," kata Sheila menambahkan.
Namun, perempuan yang telah meneliti pola hidup orangutan Tapanuli selama satu tahun ini belum bisa memberikan kesimpulan perbedaan perilaku mencolok dengan orangutan Sumatra dan orangutan Kalimantan.