Ketika Badut 'Merajai' Sudut-sudut Kota Meksiko

By National Geographic Indonesia, Kamis, 9 Mei 2019 | 10:53 WIB
Potret badut di Meksiko. (Luján Agusti)

Agusti mendekat ke beberapa cuadrilla—sekelompok orang yang melaksanakan kegiatan secara bersama-sama—dan mulai mengabadikan momen dengan latar belakang warni-warni seperti kostum mereka.

Secara visual, potret yang diambil begitu menakjubkan sekaligus “aneh”. Menurut Agusti, ada hal yang bisa dipetik dari kostum para badut tersebut.

Luján Agusti sedang memotret seorang badut. (Christian Rodriguez)

“Semua kain ini sangat berwarna dan indah. Namun, ketika Anda melihat kostum badutnya, mereka tampak compang-camping dan usang,” ujarnya.

Agusti menafsirkannya sebagai representasi realitas kehidupan yang sedang terjadi di Meksiko dan Amerika Latin. Kemiskinan dan disfungsi sosial yang merajalela diburamkan oleh kenampakan luar yang terlihat mewah.

Potret seorang badut tari. (Luján Agusti)

Potret badut tari. (Luján Agusti)

Potret badut tari dari kelompok "Cuadrilla de Juquilita". Coatepec, Veracruz, Meksiko, 2016. (Luján Agusti)

Baca Juga : Paroldo, Desa Kecil yang Pernah Menjadi Tempat Tinggal Para Penyihir Baik

Di tahun-tahun sebelumnya, Agusti menganggap bahwa badut lebih banyak dimainkan oleh pria yang lebih tua. Namun kini, banyak pemain didominasi oleh anak muda, atau anak-anak dengan ayah mereka.

“Veracruz adalah salah satu negara paling berbahaya di Meksiko,” tuturnya, merujuk pada kekerasan terkait narkoba yang telah melanda wilayah tersebut.

Berada di sebuah cuadrilla memberi anak-anak ruang untuk menyalurkan bakat positif mereka dengan tetap menjaga kelestarian tradisi lokal.