Perusahaan Ini Kembangkan Magic Mushroom yang Berikan Dampak Positif

By Daniel Kurniawan, Jumat, 3 April 2020 | 11:25 WIB
Magic mushroom. (Photofusion/Universal Images Group)

Nationalgeographic.co.id - Magic mushroom telah menarik banyak perhatian peneliti selama beberapa tahun terakhir. Serangkaian penelitian yang dipublikasikan menunjukkan bahwa jamur ini efektif untuk mengobati depresi dan penyakit psikologis lainnya. Namun, efek dari obat-obatan psychedeic sepertinya tidak dapat diprediksi. Beberapa orang bahkan mengalami hal buruk setelah mengonsumsinya. 

Untuk mengatasi masalah ini, sebuah perusahaan penelitian dan pengembangan psychedelic sedang berusaha menciptakan strain magic mushroom yang hanya membuat pengalaman positif.

Telah diketahui bahwa efek psikoaktif jamur halusinogen sebagian besar dihasilkan oleh molekul yang disebut psilocybin--meskipun ia mengandung sejumlah senyawa lain yang dapat memengaruhi pengalaman psychedelic seseorang. 

Baca Juga: Tes Darah Terbaru Kini Bisa Mendeteksi Lebih Dari 50 Jenis Kanker

Perusahaan bernama CaaMTech telah menghabiskan sekitar setahun terakhir untuk menyelidiki sifat-sifat psilocybin. Mereka percaya bahwa itu dapat sepenuhnya menghilangkan pengalaman buruk.

Pendiri CaaMTech, Andrew Chadeayne, menjelaskan bahwa senyawa yang disebut aeruginascens mungkin menjadi kunci untuk memastikan pengalaman jamur yang positif.

"Kami ingin menemukan cara atau setidaknya memberi orang pilihan untuk meningkatkan kemungkinan pengalaman euforia," katanya.

Inspirasi proyek ini berasal dari sebuah makalah yang dirilis pada tahun 1989, yang menganalisis pengalaman sejumlah orang yang secara tidak sengaja menelan magic mushroom. Banyak dari mereka dilaporkan mengalami perasaan cemas, panik, dan disforia mood yang mendalam.

Namun, bagi orang-orang yang mengonsumsi spesies jamur bernama Inocybe aeruginascens semuanya menggambarkan pengalaman yang sangat positif.

Ini karena I. aeruginascens adalah satu-satunya jamur yang diketahui mengandung aeruginascens. Jochen Gartz, pemimpin penelitian, menyimpulkan bahwa aeruginascens tampaknya memodifikasi aksi farmakologis dari psilocybin untuk memberikan suasana yang selalu gembira saat menelan jamur.

Namun. karena ukuran sampel yang kecil dan kurangnya pengujian ilmiah yang tepat, pengamatan ini banyak ditentang. Dibutuhkan lebih banyak penelitian sebelum pernyataan definitif tentang efek aeruginascens dapat dibuat.

Baca Juga: Mengapa Meratakan Kurva Penularan Sangat Penting? Ini Penjelasannya

Chadeayne mengatakan, penelitian terbaru perusahaannya--yang masih belum dipublikasikan--telah mengungkapkan bahwa metabolit aeruginascens yang disebut 4-OH-TMT sebenarnya melewati penghalang darah-otak dan berikatan dengan reseptor serotonin yang sama dengan kebanyakan obat psychedelic.

"Kami satu-satunya orang di dunia yang tahu bahwa jamur ini aktif di reseptor serotonin," katanya.

Meski begitu, Cahdeayne menegaskan bahwa perusahaan tidak akan menganjurkan penggunaan aeruginascens sampai telah melakukan tes ketat terkait keamanan dan kemanjurannya. 

Di lain sisi, aeruginascens memiliki struktur yang mirip dengan racun katak yang disebut bufotenine, yang menyebabkan kelumpuhan sementara ketika menelannya dalam dosis tinggi.