Makanan Terakhir Dinosaurus Terungkap Berkat Sisa-sisa di Perutnya

By Gita Laras Widyaningrum, Rabu, 3 Juni 2020 | 14:56 WIB
Ilustrasi dinosaurus Borealopelta markmitchelli. (Julius Csotonyi/Royal Tyrell Museum of Palenthology)

Nationalgeographic.co.id – Para ilmuwan berhasil mengungkap makanan terakhir dari dinosaurus besar dan kuat, seolah-seolah membawanya ‘hidup kembali’. Penemuan ini memberikan gambaran bagaimana hewan berinteraksi dengan lingkungan sekitar di akhir hidupnya.

Nodosaurus Borealopelta markmitchelli yang memiliki berat 1.300 kilogram ini mengonsumsi makanan terakhirnya, mati, terbawa ke lautan yang sekarang disebut Alberta Utara, hingga kemudian ditemukan pada operasi penambangan pada 2011.

Meski begitu, perut dinosaurus ini terawetkan dengan baik sehingga sisa-sisa makanannya yang seukuran bola sepak masih ada di sana.

“Isi perut dinosaurus yang terawetkan dengan baik sangat langka. Sejauh ini, apa yang ditemukan pada nodosaurus adalah yang paling awet yang pernah ditemukan,” kata Jim Basinger, pemimpin penelitian dan ahli geologi dari University of Saskatchewan (USask).

Baca Juga: Arkeolog Temukan Ratusan Tulang Mamut dI Bandara Meksiko

Ahli paleontologi berspekulasi, apa yang ia konsumsi menentukan preferensi makanan selama hidupnya—mengindikasikan pola makan berbasis sayuran.

Para peneliti di Royal Tyrrell Museum of Palaentology, Brandon University, dan University of Saskatchewan (USask), memeriksa bagian tipis isi perut dinosaurus di bawah mikroskop. Mereka menemukan bahwa salah satu makanan terakhirnya adalah daun pakis besar, dengan 88% daun, dan 7% batang serta ranting.

Tim peneliti mengatakan sangat mengejutkan melihat “tanaman yang terawetkan dan terkonsentrasi”. Sebelum sekarang, tidak diketahui apa saja yang dimakan dinosaurus herbivora.

Isi perut nodosaurus yang ditemukan dibandingkan dengan tanaman pangan yang menurut catatan fosil tumbuh di waktu yang sama di wilayah tersebut.

Isi perut juga dibandingkan dengan tanaman pangan yang menurut catatan fosil tersedia sekitar waktu yang sama di wilayah tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa kemungkinan Borealopelta markmitchelli senang memakan pakis besar yang dikenal sebagai leptosporangiate, kelompok pakis terbesar saat ini. Nodosaurus diperkirakan tidak mengonsumsi daun sikas atau konifer yang umum ditemukan kala itu.

Baca Juga: Sosok Fosil Spesies Pterosaurus Pertama yang Ditemukan di Inggris

Yang menarik, ditemukan juga sejumlah besar arang dari fragmen tanaman yang terbakar di perut mereka. Menunjukkan bahwa hewan tersebut merambah daerah yang terbakar dan mungkin mengonsumsi pakis yang tumbuh di wilayah kebakaran.

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa temuan mereka mengubah apa yang diketahui dari pola makan dinosaurus herbivora besar. Juga membantu menerangi bagaimana hewan berinteraksi dengan bentang alamnya, termasuk tanaman apa yang dipilihnya untuk dimakan.

"Ketika orang-orang mengetahui apa makanan terakhir dinosaurus, itu seperti membawa hewan ini hidup kembali. Memberikan informasi sekilas bagaimana ia hidup sehari-hari, di mana ia tinggal, dan apa makanan yang disukainya,” pungkas Basinger.