Peneliti LIPI Menemukan Katak Mini Jenis Baru di Pulau Sumatra

By Fikri Muhammad, Jumat, 12 Juni 2020 | 16:02 WIB
Katak Mini ()

Nationalgeographic.co.id - Sejumlah peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) baru saja menemukan katak mini jenis baru di Sumatra bernama Micryletta sumatrana.

Sejauh ini, habitat katak tersebut hanya ditemukan di kawasan Hutan Harapan Jambi dan Suaka Margasatwa Gumai Pesamah, Sumatera Selatan. Walau demikian, ada kemungkinan katak jenis ini ditemukan di tempat lainya. 

“Masih terdapat kemungkinan bahwa katak mini Micryletta sumatrana juga hidup di daerah dataran rendah lainnya di selatan Sumatra,” ujar peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy di Cibinong pada Kamis (11/6/2020).“Katak jantan hanya memiliki ukuran 17,4 milimeter, sedangkan betinanya berukuran 22,8 milimeter,” tambah Amir.

Baca Juga: Tiongkok Hapus Trenggiling Dari Daftar Resmi Pengobatan Tradisional

Katak itu mempunyai ciri morfologi bagian punggung (dorsal) yang berwarna coklat keemasan dengan sedikit bintik-bintik gelap. Pada bagian perut atau ventralnya berwarna cokelat gelap disertai corak berwarna putih krem.Menurut Amir, karakter morfologi tersebut menjadi ciri atau pembeda utama dengan sesama anggota katak marga Micryletta lainnya. Baik dengan jenis Micryletta inornata yang dapat ditemukan di bagian utara Sumatera (Medan dan Aceh) ataupun jenis Micryletta lainnya yang tersebar di kawasan India, Indochina, dan Taiwan.

“Selain itu, bagian samping kepala dari jenis baru ini berwarna coklat gelap dengan bintik-bintik putih-krem di bibir dan wilayah tengah atau tympanum. Jika tungkai belakang diluruskan, bagian artikulasi tibiotarsal dapat mencapai depan mata,” ungkap Amir.

Katak Mini Sumatra ()
Perbedaan mencolok juga terlihat dari pola sentralnya, untuk membedakan katak mini Micryletta sumatrana dengan katak Micryletta yang hidup di Sumatra Utara.

“Terdapat pola menyerupai batik atau jaring pada bagian perut katak yang ditemukan di Sumatra Selatan. Sedangkan katak yang ada di Sumatra Utara tidak memiliki pola tersebut," terang Amir.

Baca Juga: Malang, Gajah Hamil Ini Mati Setelah Makan Nanas Berisi Petasan Tak hanya itu, setelah penelitian terhadap DNA, Micryletta sumatrana justru lebih menyerupai katak yang ada di Vietnam. 

“Bahkan perbedaan DNA-nya sudah mencapai level beda jenis. Sehingga secara ilmiah ini dapat dipertanggungjawabkan sebagai jenis baru,” tutur Amir.Sejauh ini, penemuan katak jenis baru asal Sumatra berhasil dilakukan karena adanya teknologi molekuler. Teknologi ini memungkinkan para peneliti lebih mudah mengindetifikasi DNA katak tersebut.