Gerakan Rahasia White Lotus dan Hancurnya Dinasti Mongol di Tiongkok

By Fikri Muhammad, Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:09 WIB
White Lotus ilustrasi. ()

Nationalgeographic.co.id - White Lotus Society dalam bahasa Tionghoa disebut sebagai Bai Lian Jiao adalah gerakan seribu tahun yang ada di zaman kekaisaran Tiongkok. 

Sebagai gerakan keagamaan, ajaran-ajaran White Lotus didasari pada tradisi Buddha, meskipun beberapa elemen Taoisme dan praktik-praktik Tiongkok pribumi lainya juga dimasukan kedalamnya. 

Lambat laun, White Lotus Society berkembang menjadi gerakan politik dan ikut serta dalam beberapa pemberontakan terkemuka dalam sejarah Tiongkok. 

Baca Juga: Tiongkok Hapus Trenggiling Dari Daftar Resmi Pengobatan Tradisional

White Lotus lahir pada era Dinasti Song antara abad ke-10 hingga ke-12. Mereka dicurigai oleh pemerintah karena gerakan ini tidak didirikan secara resmi. 

Sejak berdirinya Dinasti Yuan oleh Kubilai Khan pada akhir abad ke-13, White Lotus diakui dan disponsori oleh penguasa Mongol. Hal ini membantu penyebaran ajaran gerakan mereka ke khalayak yang lebih besar--mengubahnya menjadi cabang penting dari agama Buddha.

Kubilai Khan ()

Seiring berjalanya waktu, ketika orang awam mulai mengembangkan gagasan mereka sendiri tentang agama ini, terjadi banyak perubahan. Salah satu yang paling menonjol dari perubahan ini adalah keyakinan bahwa Buddha akan turun dari Surga untuk membawa keselamatan bagi umat manusia.

Dengan demikian, White Lotus memiliki karakter millenarianis, yakni keyakinan suatu kelompok akan perubahan besar yang positif. Biasanya gerakan model ini muncul ketika terdapat pemerintah yang korup dan menyebabkan penderitaan di kalangan rakyatnya.

Oleh karena Dinasti Yuan yang korup, mereka mulai memberontak terhadap pemerintah. Akibatnya, White Lotus dilarang oleh pemerintah Yuan pada 1308 dan baru saja dilegalkan beberapa tahun kemudian.

Gerakan ini sekali lagi dilarang pada tahun 1322, karena telah terjadi peningkatan jumlah pemberontakan yang dipimpin oleh para pengikutnya terhadap pemerintah.

Baca Juga: Semasa Hidup, Tjokroaminoto Gemar Memerankan Wayang Orang Hanoman