Semangat Menyelamatkan Wastra Pusaka Melalui Kekuatan Narasi

By National Geographic Indonesia, Kamis, 7 Januari 2021 | 00:19 WIB
Pemandangan Kampung Adat Bena—yang menjual hasil tenun di muka rumah warganya. (Bayu D.M. Kusuma/National Geographic Traveler)

Cerita oleh N.M Bondan

Foto oleh Mikael Jefrison Leo

Nationalgeographic.co.id—Melalui narasi Adiwastra Tiga Negeri, Kota Lasem seperti terisi nyawa baru. Batik Tiga Negeri perlahan bangkit lagi. Angka penjualanya kian meningkat. Pesanan dari berbagai daerah Indonesia hingga luar negeri semakin banyak. Kota Lasem tidak hanya selesai di kunjungan wisata saja. Demikian cerita Agni Malagina ketika membuka kelas Penguatan Narasi dan Interpetif Untuk Destinasi. Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari Lasem?

Pada kelas itu, Lasem didudukkan sebagai referensi. Agni mencoba berbagi hal-hal teknis terkait narasi dan interpretasi pada sesi pembuka yang ia bagi dari pengalamanya. Bagaimana ia dan media kotak kuning melebur dan menelurkan narasi-narasi berkualitas.

Seperti pada edisi "Terbit Rindu Pada Bekas Kota Candu". Petualangan Agni sangat menarik saat menyusuri petak-petak kota di pesisir pantai utara Jawa Tengah. Menjelajahi Lasem dari satu lorong ke lorong lainnya, berkunjung ke klenteng, dan eksplorasi rasa hingga wastra. Hal menarik lain yang ia sampaikan juga saat berbaur dalam aktifitas warga dari makan hingga peribadatan.

Sajian ubi rebus dan teh hangat menemani bedah narasi Lasem siang itu. Ditemani hujan semakin deras, nyaris tak pernah berhenti sejak pagi. Diskusi tetap berlangsung hangat pada siang yang dingin. Lasem pun membuat kami semua kesengsem pada hari itu.

Agni Malagina ketika memaparkan presentasinya kepada peserta. Kekuatan bertutur lewat narasi menjadi hal penting dalam mengangkat potensi wisata suatu daerah. (Mikael Jefrison Leo)

Secara administratif Lasem berada dalam wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kota ini sangat identik dengan wisata pacinan. Bahkan Lasem juga disebut sebagai Tiongkok kecil.

Di Pulau Jawa, Lasem adalah daerah pertama tempat orang Tionghoa menjejakkan kaki dan bermukim. Akulturasi budaya pun terjadi disini.

Baca Juga: Reis, Adab Orang-orang Manggarai Barat dalam Menyambut Tetamu

Pada pembahasan Adiwastra Tiga Negeri juga dijelaskan tentang peleburan budaya Tionghoa dan Jawa pada batik. Mengalir dalam corak dan warna yang disajikan dengan sangat apik. "Persoalan utama yang dihadapi adalah batik ini telah berada diambang kepunahan", terang wanita berambut pendek itu.

Agni Malagina (kiri) dan Rahmad Azhar Hutomo (kanan) menjadi pembicara di hari ke-2 pada Focus Group Discussion dengan tema “Membangun Narasi Aktivitas Minat Khusus Labuan Bajo dan Kota-kota Satelinya”, yang berlangsung di Luwansa Beach Resort, Labuan Bajo pada tanggal 17-18 November 2020. (Mikael Jefrison Leo)