Upaya Rusia Mencari Partikel Terkecil Dunia di Danau Terdalam Bumi

By Utomo Priyambodo, Jumat, 19 Maret 2021 | 07:00 WIB
Danau Baikal di Siberia, Rusia. (Wikimedia Commons)

Nationalgeographic.co.id—Para ilmuwan Rusia mengerahkan teleskop raksasa mereka untuk digunakan di kedalaman Danau Baikal di Siberia selatan. Teleskop raksasa bernama Baikal-GVD itu digunakan untuk mencari neutrino yang sejauh ini diketahui sebagai partikel terkecil di alam semesta.

Teleskop Baikal-GVD memang dirancang untuk mencari neutrino, yang merupakan partikel subatom yang hampir tidak bermassa dan tanpa muatan listrik. Neutrino ada di mana-mana, tetapi interaksi mereka sangat lemah dengan kekuatan lain yang ada di sekitar mereka sehingga mereka sangat sulit untuk dideteksi.

Itulah sebabnya para ilmuwan Rusia tersebut mencari partikel terkecil di dunia itu di bawah Danau Baikal, yang merupakan danau terdalam di Bumi. Kedalaman danau ini mencapai pada 5.577 kaki atau sekitar 1.700 meter.

Teleskop untuk mendeteksi Neutrino biasanya dibangun di bawah tanah untuk melindunginya dari sinar kosmik dan sumber gangguan lainnya. Air tawar yang jernih dan lapisan es pelindung yang tebal menjadikan Danau Baikal tempat yang ideal untuk mencari neutrino, kata para peneliti kepada layanan berita AFP sebagaimana dilansir Live Science.

Baca Juga: Teleskop Bak Mesin Waktu, Astronom Temukan Galaksi Muda Dekat Big Bang

Para ilmuwan di Rusia telah membawa teleskop raksasa ini melewati lapisan es sepanjang 2,5 mil (4 kilometer) dari tepi danau di bagian selatan Danau Baikal pada 13 Maret lalu. Mereka kemudian menurunkan perangkat teleskop yang terbuat dari string, bola kaca, dan baja tahan karat itu ke dalam danau hingga ke kedalaman 4.300 kaki (1.310 meter).

Bola kaca pada perangkat teleskop ini berfungsi untuk melindungi bagian yang disebut tabung pengganda foto yang mendeteksi jenis cahaya tertentu yang dipancarkan ketika neutrino melewati media jernih (dalam hal ini, air danau) dengan kecepatan lebih cepat daripada cahaya yang bergerak melalui media yang sama. Cahaya yang dipancarkan ini disebut sebagai cahaya Cherenkov, diambil dari penemunya, yakni fisikawan Soviet Pavel Cherenkov.

Para peneliti telah mencari neutrino di bawah Danau Baikal sejak 2003. Namun teleskop Baikal-GVD ini merupakan instrumen terbesar yang digunakan di sana sejauh ini.

Secara keseluruhan, perangkat teleskop rakasasa ini berukuran sekitar sepersepuluh mil kubik (atau setengah kilometer kubik), kata Dmitry Naumov dari Joint Institute for Nuclear Research kepada AFP. Menurut konsorsium ilmiah yang mengembangkan teleskop Baikal_GVD, teleskop raksasa itu rencananya juga akan digunakan untuk mencari materi gelap (dark matter) dan partikel eksotis lainnya.

Baca Juga: NASA Bingung dengan Munculnya Garis-Garis Geologi Aneh di Rusia

 

Baikal-GVD berukuran sekitar setengah dari ukuran teleskop pendeteksi neutrino terbesar di Bumi, yakni Observatorium Neutrino Kutub Selatan IceCube (IceCube South Pole Neutrino Observatory). Alat yang terakhir disebutkan terdiri dari jenis perangkat penginderaan cahaya yang sama dengan Baikal-GVD dan berukuran sekitar 0,2 mil kubik (1 kilometer kubik).

IceCub telah dipasang di bawah lapisan es Antartika. Teleskop neutrino terbesar di dunia itu mampu mendeteksi sekitar 275 neutrino dari atmosfer bumi setiap harinya, menurut para ilmuwan dalam proyek tersebut.

Kini, para ilmuwan Rusia dan para kolaboratornya di Republik Ceko, Jerman, Polandia, dan Slovakia berencana untuk memperbesar Baikal-GVD hingga memiliki ukuran sebesar IceCube. Bahkan mereka ingin membuat Baikal-GVD punya ukuran lebih besar dari IceCub di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga: Satu Tahun GRID STORE: Tersedia Layanan Pelanggan Majalah-el Berdiskon