Jane Goodall: Pandemi Muncul karena Manusia Tak Menghormati Alam

By Utomo Priyambodo, Senin, 24 Mei 2021 | 19:02 WIB
Ahli primata Jane Goodall membungkuk ke depan Jou Jou si simpanse yang menjangkaunya di Brazzaville, (Christantiowati)

Goodall juga mengatakan kepada AFP, "Kita harus entah bagaimana menciptakan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan lebih hijau. Kita harus memiliki pola pikir baru untuk kelangsungan hidup kita," mengingat krisis yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dan hilangnya sumber daya alam.

Goodall terkenal karena karyanya dengan simpanse liar yang mengubah cara kita memandang hewan ini dan hubungannya dengan manusia.

Jane Goodall muda mulanya bekerja sebagai sekretaris kantoran. Namun, Goodall akhirnya bosan dengan kerja kantoran.

Pada usia 23, ia ditawari pekerjaan oleh seorang ahli paleoantropologi terkenal, Louis Leakey, di sebuah museum sejarah alam. Leakey, menurut National Geographic, tahu bahwa Goodaal kurang memiliki pengalaman dalam pelatihan ilmiah formal. Namun hasrat Goodall yang tinggi terhadap kehidupan binatang membuat Leakey memilihnya.

Baca Juga: Jane Goodall, Ilmuwan Terkemuka Inggris Tanpa Gelar Sarjana

Flint adalah bayi pertama yang lahir di Gombe setelah Jane datang. Bersamanya dia memiliki kesempatan besar untuk mempelajari perkembangan simpanse — dan untuk melakukan kontak fisik, yang tidak lagi dianggap sesuai dengan simpanse di alam. (Hugo Van Lawick)

 

Goodall memulai studinya tentang simpanse pada 1960-an di hutan Gombe Tanzania. Dia membuat beberapa penemuan revolusioner saat mengamati hewan-hewan di sana, termasuk bahwa para simpanse mampu membuat dan menggunakan alat-alat. Ini adalah suatu sifat unik yang sebelumnya dianggap hanya dimiliki oleh manusia, lapor Live Science.

Di hutan Tanzania itu juga, Goodall memulai pengamatannya secara lebih serius terhadap simpanse. Ia mulai memberi nama kepada beberapa simpanse, seperti dengan nama Goblin, Freud, dan Frodo.

Jane Goodall mengatakan bahwa kita pada dasarnya membawa pandemi ini karena tidak menghormati alam. (National Geographic)

Ia mengambil pendekatan yang tidak ortodoks dan mulai memahami simpanse bukan hanya sebagai spesies, melainkan individu dengan kepribadian, pikiran yang kompleks, emosi, dan ikatan jangka panjang.

Pada tahun 1977, Goodall mendirikan Jane Goodall Institute, sebuah organisasi konservasi yang mendukung perlindungan simpanse dan mempromosikan kehidupan yang berkelanjutan.

Menurut Jane Goodall Institute, penemuan Goodall tentang praktik pembuatan alat simpanse tetap menjadi salah satu yang paling penting di dunia primatologi.