Saat ini para ilmuwan tersebut sedang mempelajari cara merancang perangkat tersebut untuk menargetkan berbagai jenis plastik. Sebab, plastik mikro datang dalam berbagai bentuk, mulai dari serat sintetis hingga partikel kecil ban bekas.
Dulu, Pumera bekerja sama dengan perusahaan perbaikan lingkungan untuk merancang robot-robot mikro ini untuk membersihkan kontaminan lain di air tanah. Kini konsep dasar tersbeut dapat disesuaikan untuk digunakan untuk tujuan yang berbeda.
“Kami membuat robot seperti Lego,” katanya. “Kami memiliki lapisan yang berbeda dan fungsi yang berbeda.”
Dalam kasus mikroplastik, misalnya, penting agar robot selain dapat mengurai plastik, juga dapat bergerak sendiri. Jadi, robot ini dapat mengurai plastik sebanyak mungkin.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Robot Penjelajah Tiongkok Mendarat di Mars
Teknologi ini masih dalam pengembangan. Selain itu, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak pekerjaan untuk memastikan bahwa robot juga dapat rusak dengan sendirinya dan tidak menimbulkan masalah baru di lingkungan.
Pumera berharap bisa mewujudkan robot ini, dan dia mengaku baru saja mendapat email dari pabrik pengolahan air yang ingin mulai menggunakan robot tersebut. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa pipa-pipa pelimpah saluran pembuangan dari pabrik air limbah dapat membuang jutaan partikel kecil plastik dalam sehari.