Ini Alasan Paus Bungkuk Mencaplok Manusia tapi Tak Bisa Menelannya

By Utomo Priyambodo, Rabu, 16 Juni 2021 | 16:00 WIB
Migrasi paus bungkuk. (Solarseven/Getty Images/iStockphoto)

Seekor paus bungkuk dapat dengan mudah memasukkan manusia ke dalam mulutnya yang besar ​​yang lebarnya dapat mencapai sekitar 10 kaki. Namun begitu, menurut Nicola Hodgins dari Whale and Dolphin Conservation, sebuah organisasi nirlaba di Inggris, secara ilmiah tidak mungkin bagi paus tersebut untuk menelan manusia meski si manusia sudah berada di dalam mulutnya.

Tenggorokan paus bungkuk kira-kira seukuran kepalan tangan manusia, dan hanya bisa meregang hingga diameter sekitar 15 inci untuk menampung makanan yang lebih besar.

Dalam kasus Packard, katanya, dia kemungkinan "tercaplok dan bukannya ditelan" sebelum paus menyadari kesalahannya dan segera meludahkannya. Ini mungkin meerupakan pengalaman traumatis bagi Packard dan juga paus tersebut yang hanya mencoba memakan ikan.

“[Packard] berada di tempat yang salah pada waktu yang salah,” kata Hodgins.

Ini bukan pertama kalinya kejadian manusia tercaplok ke dalam mulut paus. Pada tahun 2020, para pembuat kayak tersapu ke dalam mulut seekor paus bungkuk yang sedang makan di California, seperti yang juga dialami fotografer di perairan Pelabuhan Port Elizabeth di Afrika Selatan pada 2019.

Baca Juga: Perbedaan Kultur di Dalam Nyanyian Paus Bungkuk Antar Samudra

Michael Packard penyelam lobster komersial di Amerika Serikat mengaku dirinya sempat ditelan seekor paus bungkuk saat sedang menyelam di laut. (SKYNEWS)

 

Yang paling terkenal, Alquran dan Alkitab menceritakan kisah Nabi Yunus yang ditelan oleh paus untuk menyelamatkannya dari tenggelam di laut. Bahkan ayah Pinocchio, Geppetto, juga dikisahkan ditelan oleh paus dalam cerita klasik anak-anak.

Gagasan tentang paus menelan manusia telah lama menjadi bagian dari mitologi —sedemikian rupa sehingga banyak orang percaya itu benar. Namun secara ilmiah tidak mungkin bagi semua kecuali satu spesies paus, yakni paus sperma, untuk menelan sesuatu yang sebesar manusia.

Pada kesempatan langka ketika manusia menemukan dirinya berada di dalam mulut paus, itu hampir pasti merupakan kecelakaan. Sebab, manusia bukanlah sesuatu yang biasa dan bisa dimakan paus.

Paus bergigi, seperti paus sperma, memiliki gigi dan memakan mangsa termasuk cumi-cumi dan ikan. Sementara itu, paus balin —seperti paus bungkuk, biru, abu-abu, dan minke— memiliki bulu khusus di mulutnya, bukan gigi, dan memakan mangsa kecil seperti plankton, krill, dan ikan kecil.