Selain Kita, Bagaimana dengan Keberadaan Hobbit dan Raksasa?

By Bella Jingga Ardilla, Sabtu, 10 Juli 2021 | 13:00 WIB
Daud berhasil mengalahkan dan memenggal kepala Goliat yang sombong (Church Of Jesus Christ)

 

Berdasarkan laman resmi alkitab.sabda.org, disebutkan keberadaan manusia raksasa. “Dalam sebuah pertempuran yang terjadi di Gath, ada seorang pria besar dengan enam jari masing-masing di tangan dan kaki dan bertotal dua puluh empat. Orang tersebut merupakan keturunan raksasa.”

Terlepas dari ditemukannya bukti kerangka serta gigi manusia raksasa dalam proses penggalian, ternyata belum banyak ilmuwan yang berdedikasi untuk mempelajari fenomena tersebut lebih jauh.

Dengan bukti dari seluruh dunia menunjukkan bahwa keberadaan raksasa atau Goliat sudah tidak aneh.  Faktanya, penemuan manusia raksasa membuat orang percaya bahwa manusia purba terdiri dari tiga ukuran, yaitu raksasa, normal, dan hobbit.

Pada 2004, sekelompok arkeolog yang bekerja di Indonesia menemukan fosil ras manusia katai atau “Hobbit”. Mereka menemukan bahwa hobbit telah hidup bersama manusia sampai 13.000 tahun yang lalu.

Baca Juga: Kabar Terakhir Manusia Katai Dari Flores: Kisah Homo Floresiensis

Perbedaan ukuran tengkorak Homo floresiensis dan manusia modern (Professor Peter Brown)

Tim peneliti, temasuk ahli paleoantropologi Indonesia, Professor T. Jacob, menjuluki ras manusia katai dengan Homo floresiensis, sesuai dengan tempat kerangka ditemukan yaitu di Flores, Indonesia. Jatmiko, peneliti utama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berkata satu kerangka yang utuh ditemukan pada kedalaman hampir enam meter di situs Liang Bua, Flores.

Kerangka ini menarik karena bagian kepala hanya sebesar jeruk Bali. Volume otak sekitar 125 cc, jauh lebih kecil dari volume otak manusia sebesar 1.300 cc. Setelah dirangkai, tingginya hanya sekitar 100 sentimeter. Terbilang pendek untuk ukuran manusia umumnya sekitar 160-170 sentimeter.

Meskipun banyak yang beranggapan bahwa teks kuno atau cerita rakyat mengenai manusia raksasa adalah sebuah imajinasi, tetapi banyak budaya mencatat kisah keberadaan mereka. Penemuan fosil yang diduga manusia raksasa di beberapa situs arkeologi, boleh jadi mitos itu merupakan penggambaran kehidupan.

Berdasarkan penemuan-penemuan di berbagai belahan dunia, legenda kurcaci dan raksasa yang diceritakan dalam cerita rakyat kelompok etnis, akhirnya melampaui mitos dan menjadi nyata keberadaannya.