Plastik dan Fosil Ayam Akan Menjadi Peninggalan Era Antroposen

By National Geographic Indonesia, Selasa, 6 Juli 2021 | 18:32 WIB
Impresi seniman tentang fosil botol plastik, kenang-kenangan dari zaman Antroposen di masa depan. (GLOBAL GIPSY/SURF TO LIVE TO SURF)

 

Berakhirnya suatu zaman ditandai dengan fosil yang ditinggalkan oleh makhluk hidup pada periode waktu tersebut. Misalnya, kerangka Tyrannosaurus yang menjadi ikon keunggulan Periode Cretaceous Akhir.

Ketika ahli geologi mempelajari era Antroposen, banyak ditemukan fosil sampah plastik dan ayam lokal. Keduanya dapat menjadi pertanda utama peninggalan manusia yang hidup pada zaman itu.

Penggunaan plastik secara luas dimulai pada 1940. Sekarang, plastik muncul di antara bebatuan, kerikil, dan karang sepanjang pantai di Hawaii. Menurut laporan bulan Januari dari World Economic Forum dan Ellen MacArthur Foundation, sebuah botol air dari plastik membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk hancur. Bisa dibayangkan, dengan kecepatan tersebut lautan akan berisi lebih banyak plastik dari ikan pada 2050.

Baca Juga: Upaya Sains Merekayasa Genetik Ayam Supaya Kembali Berwujud Dinosaurus

Tambang Uralkali Potash di Berezniki, Russia. (Edward Burtynsky/Howard Greenberg and Bryce Wolkowitz Galleries)

Selain plastik, adapula fosil ayam yang sering ditemukan. Industri peternakan ayam meningkat dramatis pada 1950. Menurut data dari National Chicken Council, jumlah ayam tersedia di AS bertambah lebih dari 2.838 persen pada tahun itu.

Lebih dari 50 miliar ayam disembelih di dunia setiap tahun, menurut United Poultry Concern, suatu kelompok nirlaba terkait hak-hak binatang. Selain itu, gas metana yang diproduksi dari kotoran ayam memberikan kontribusi besar-besaran untuk emisi gas rumah kaca yang menyebabkan planet ini untuk memanas.

Mungkin sudah terlalu terlambat untuk menghapus jejak kerusakan alam oleh manusia di planet ini. Namun, masih ada waktu untuk memerangi beberapa efek terburuk yang akan dan sedang terjadi.

Baca Juga: Di Masa Depan, Es Krim Vanila Kita Mungkin Terbuat dari Sampah Plastik