Nazca Line, Garis Raksasa di Peru Yang Diyakini Pesan untuk Alien

By Ricky Jenihansen, Minggu, 25 Juli 2021 | 16:00 WIB
Geoglif yang tampak menggambarkan manusia dan hewan. Setidaknya terdapat 143 geoglif di situs arkeologi Nazca, Peru. (Yamagata University)

 

Kosok diikuti oleh Maria Reiche dari Jerman, yang kemudian dikenal sebagai "Lady of the Lines". Reiche mempelajari garis-garis tersebut selama 40 tahun dan berjuang keras untuk teorinya, bahwa garis tersebut dibuat untuk tujuan astronomi dan kalender garis. Reiche berjuang sendirian untuk melindungi situs tersebut, dia bahkan tinggal di sebuah rumah kecil di dekat gurun sehingga dia secara pribadi dapat langsung melindungi garis tersebut dari pengunjung yang ceroboh.

Teori lainnya adalah, bahwa peradaban Nazca saat itu telah mampu menciptakan balon terbang, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan hasil karya seni mereka dari ketinggian. Ada banyak teori tentang garis-garis raksasa tersebut, tapi hingga saat ini masih diperdebatkan.

Garis-garis Nazca di Gurun Sechura. Hingga saat ini, fungsi dan tujuannya belum dapat diketahui. (Elisabeth Novina)

Penelitian ilmiah

Sebuah penelitian di tahun 2017, mencoba mengungkap misteri garis aneh tersebut yang telah membingungkan selama hampir 100 tahun sejak pertama kali ditemukan. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan di Jurnal Springer.

Rosa Lasaponara, peneliti utama pada penelitian tersebut, menjelaskan bahwa jika merujuk kepada penelitian lain di sekitar situs yang telah dilindungi Unesco tersebut, pada masanya peradaban Nazca telah memiliki saluran air bawah tanah yang terbentang luas di daerah tersebut. Maka sepertinya garis-garis tersebut dibuat sebagai penanda sumber air dan juga sebagai seremonial atas berkah kehidupan mereka di kawasan tersebut.

Karena peradaban ketika itu mampu menggunakan air bawah tanah untuk kepentingan bertani, membuat irigasi dan terowongan bawah tanah di kawasan gurun tersebut. Maka para Nazca juga bisa membuat taman raksasa di gurun tersebut," kata Rosa yang juga peneliti senior di National Research Council di Roma, Italia.

Geoglyphs Nazca kucing di Peru yang baru ditemukan pada tahun 2020. (EPA)

Namun hipotesis dari penelitian tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian Rosa dan rekannya sebenarnya berpusat pada serangkaian lubang spiral yang dibangun dengan hati-hati yang disebut puquios terkubur di dalam tanah di Gurun Nasca, Peru Selatan yang kemudian diketahui sebagai sistem hidrolik kuno yang kemudian dikaitkan dengan garis-garis raksasa tersebut.

Penelitian lain dari Hokkaido University yang memfokuskan penelitiannya pada garis berbentuk burung. Ada 16 geoglif yang berbentuk burung dan dipelajari dalam penelitian tersebut. Dan hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science.

Untuk diketahui, beberapa geoglif menggambarkan sejumlah burung tertentu termasuk burung kolibri, pelikan, dan burung nuri. Masing-masing burung ini eksotis secara regional. Yang artinya di sekitar Gurun Nazca tidak ada jenis burung tersebut.

Muncul teori, ketika burung-burung tersebut bermigrasi ke pegunungan melewati Nazca, penduduk setempat terpesona. Selain itu, burung-burung tersebut juga dianggap menjadi pertanda munculnya air.

Sehingga kehadiran burung-burung tersebut dianggap membawa cuaca baik dan air. Mereka kemudian membuat garis-garis itu sesuai dengan burung-burung tersebut. Namun, hingga saat ini, teori tersebut juga masih diperdebatkan dan perlu diteliti lebih lanjut.