Yonaguni-Jima: Antara Atlantis atau Fenomena Alam di Laut Jepang

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Rabu, 4 Agustus 2021 | 13:00 WIB
Struktur batuan di perairan Yonaguni-Jima. Diyakini sebagai sisa peradaban manusia yang hilang, ada juga yang berpendapat sebagai aktivitas alami biasa. (Naotomo Umewaka/BBC)

 

Dia yakin bahwa struktur ini sempat ditempati manusia pada 5.000 tahun silam berdasarkan penanggalan dari stalagmitnya.

Beberapa ahli lainnya yang juga percaya, menghubungkan Yonaguni sebagai sisa peradaban Mu, yang melegenda di Pasifik dan lenyap diterjang ombak.

“Struktur terbesar terlihat seperti piramida bertingkat yang rumit, monolitik, yang menjulang dari kedalaman 25 meter,” kata Kimura, yang mempresentasikan teorinya tentang situs tersebut pada konferensi ilmiah Juni 2007.

"Saya pikir sangat sulit untuk menjelaskan asal-usul mereka sebagai sesuatu yang murni alami, karena banyaknya bukti pengaruh manusia pada struktur tersebut," katanya.

Sisa peradaban kuno? Dalam Drain the Ocean, dokumenter National Geographic 2018, dia menunjukkan buktinya. Kimura sempat menyelam dan menemukan terowongan yang bisa dilalui, seolah struktur ini seperti kastil yang tenggelam.

Baca Juga: Asal-usul Emas Misterius Berumur 2.700 Tahun Terungkap

Sebuah lorong di batuan bawah laut Yonaguni-Jima. Perdebatan terkait batuan ini buatan manusia atau alami masih berlanjut. (Melkov/Wikimedia)

Selain itu ditemukan pula batuan seukuran dua tangan dengan dua lubang. Diyakini batu ini sebelumnya pernah digantung dengan dua tali yang diikat.

Ada pun ini bisa dilihat wajah yang diukir, batu yang dipahat menyerupai kura-kura, serta formasi yang membentuk tangga dengan rapih. Struktur kura-kura itu dihubungkan dengan legenda Jepang, Ryujin yang tinggal di kastil bawah laut.

Lubang juga ditemukan dibagian atas struktur yang diasumsikan untuk menopang pilar, atau kolam air sebagai pemandian purba. Ditemukan pula arang yang dihasilkan dari struktur Yonaguni-Jima. Arang itu diperkirakan berasal dari 1.600 tahun lalu, dan diyakini bekas dihuni manusia di masa lalu.

Meski demikian, ia mengaku kalau bukti lebih langsung akan keterlibatan manusia dengan situs itu lebih sulit didapat.

Baca Juga: Lima Kota Hilang Legendaris yang Belum Ditemukan Selain Atlantis