Lima Hal yang Membuat Kita Yakin bahwa Lubang Hitam Benar-Benar Ada

By Utomo Priyambodo, Minggu, 29 Agustus 2021 | 15:00 WIB
Foto bukti langsung keberadaan lubang hitam. (Event Horizon Telescope Collaboration)

Ketika sensitivitas detektor meningkat, peristiwa selain penggabungan lubang hitam yang menghasilkan gelombang gravitasi kemudian juga ditemukan. Misalnya gelombang gravitasi yang dihasilkan dari tabrakan antara lubang hitam dan bintang neutron, yang terjadi jauh di luar galaksi kita pada jarak 650 juta hingga 1,5 miliar tahun cahaya dari Bumi.

3. Lubang hitam supermasif

Selain adanya sejumlah lubang hitam yang tercipta melalui keruntuhan bintang, bukti menunjukkan bahwa ada juga sejumlah lubang hitam supermasif, masing-masing memiliki massa jutaan atau bahkan miliaran massa matahari, telah bersembunyi di pusat-pusat galaksi-galaksi sejak awal sejarah alam semesta.

Menurut NASA, lubang hitam pusat yang ada di pusat galaksi ini dikelilingi oleh piringan akresi yang menghasilkan radiasi intens pada semua panjang gelombang cahaya. Kita juga memiliki bukti bahwa galaksi kita sendiri memiliki lubang hitam di pusatnya.

Karena kita melihat bintang-bintang di pusat galaksi kita berputar sangat cepat—hingga 8% dari kecepatan cahaya—mereka pasti mengorbit sesuatu yang sangat kecil dan masif. Perkiraan saat ini menempatkan lubang hitam yang ada di pusat Bima Sakti memiliki massa sekitar 4 juta massa matahari.

Baca Juga: Empat Teori Aneh Stephen Hawking, Tetapi Hari Ini Terbukti Benar

4. Spagetifikasi

Bukti lain keberadaan lubang hitam adalah spagetifikasi. Apakah spagetifikasi itu? Itulah yang terjadi ketika Anda jatuh ke dalam lubang hitam, dan itu cukup jelas.

Anda terentang menjadi untaian tipis oleh tarikan gravitasi ekstrem lubang hitam. Untungnya, itu tidak mungkin terjadi pada kita di Bumi, tetapi hal itu terjadi pada sebuah bintang yang mengembara terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif.

Pada Oktober 2020, para astronom menyaksikan penghancuran ini. Atau setidaknya, mereka melihat kilatan cahaya dari sebuah bintang malang yang terkoyak. Untungnya, proses spagetifikasi yang pernah teramati itu tidak terjadi di dekat Bumi, melainkan di sebuah galaksi yang berjarak 215 juta tahun cahaya.

5. Bukti foto langsung

Sejauh ini kita memiliki banyak bukti tidak langsung yang meyakinkan untuk lubang hitam, antara lain semburan radiasi atau gelombang gravitasi dan efek dinamis dari lubang hitam terhadap benda lain yang tidak dapat dihasilkan oleh objek lain yang dikenal sains. Namun penentu terakhir datang pada April 2019, dalam bentuk foto langsung lubang hitam supermasif di pusat galaksi aktif Messier 87.

Foto menakjubkan ini diambil oleh Event Horizon Telescope Collaboration, jaringan besar teleskop yang tersebar di seluruh dunia. Menurut NASA, semakin banyak teleskop yang dapat berpartisipasi, dan semakin luas jaraknya, semakin baik kualitas hasil akhir fotonya.

Hasilnya jelas, foto yang tertangkap dari jaringan teleskop itu menunjukkan bayangan gelap lubang hitam bermassa 6,5 ​​miliar massa matahari dengan "cincin api" yang mengelilinginya. Cincin terang ini adalah gas super panas yang masuk ke dalam lubang hitam tersebut. Tepi dari lingkaran gelap di tengah lubang hitam itu adalah titik masuk gas ke dalamnya.