Penemuan Selokan Tempat Puluhan Orang Yahudi Bersembunyi dari Nazi

By Utomo Priyambodo, Senin, 1 November 2021 | 09:12 WIB
Saluran pembungan air di Lviv memiliki ruangan sisa yang jadi tempat persembunyian orang-orang Yahudi yang lari dari Nazi. (Explorer/Zaxid)

Nationalgeographic.co.id—Selama Perang Dunia II, banyak orang Yahudi yang melarikan diri dari Nazi dengan bersembunyi di selokan Kota Lviv, Ukraina. Kejadian itu telah menjadi cerita yang diketahui banyak orang Ukraina maupun publik internasional.

Namun lokasi persembunyian bawah tanah itu tetap tidak diketahui sampai baru-baru ini. Sekelompok arkeolog yang terinspirasi oleh film Polandia 2011 tentang kisah persembunyian itu berhasil menemukan saluran pembuangan air bawah tanah tersebut. Dahulu setidaknya ada 20 orang Yahudi yang tinggal --dan banyak lainnya meninggal-- di tempat itu dalam kondisi yang mengerikan.

Saluran bawah air itu berada di Cathedral Square. Para peneliti menemukan selokan yang terutup itu tidak hanya menampung banyak orang, tetapi juga sejumlah barang-barang peninggalan waktu, termasuk botol bir dari masa pendudukan Nazi dan mainan yang kemungkinan disediakan oleh salah satu penduduk setempat untuk membantu orang-orang Yahudi bersembunyi di sana.

Penemuan tempat persembunyian itu pada bulan lalu terjadi saat para peneliti dari Lviv University melakukan pembersihan yang melelahkan terhadap sistem saluran pembuangan air tersebut. Mereka sebelumnya telah mengumpulkan kesaksian dari keluarga Krystyna Chiger dan orang-orang yang selamat lainnya, menurut laporan Zaxid, situs berita Ukraina.

Krystina Chiger adalah satu saksi hidup yang tahu upaya persembunyian orang-orang Yahudi di selokan air tersebut. Pada tahun 1947, ketika dia masih berusia 11 tahun, di memberikan kesaksisannya.

"Di musim panas, ketika hujan merembes, ada banyak air di mana-mana," kenang Chiger. "Kemudian kami harus bersandar sangat rendah di batu tepat di sebelah dinding agar air tidak mengalir ke kami."

Baca Juga: Arkeolog Temukan Bukti Pembantaian Nazi di 'Lembah Kematian' Polandia

Para peneliti memeriksa ruangan di selokan di Lviv, tempat puluhan orang Yahudi bersembunyi dari Nazi. (Explorer/Zaxid)

Dalam upaya pecarian saluran pembuangan air ini, tim peneliti ingin mempelajari bagaimana tepatnya setidaknya 20 orang berhasil hidup selama berbulan-bulan di lingkungan yang dipenuhi penyakit dan lembap itu. Selain itu, mereka juga ingin mendokumentasikan keseluruhan cerita yang menjadi terkenal di dunia karena menunjukkan tekad inspiratif para penyintas untuk hidup.

Tim mulai menjelajahi sistem saluran pembuangan setelah melihat "In Darkness," sebuah film drama sejarah Polandia pemenang penghargaan tentang kelangsungan hidup di saluran pembuangan Lviv. Film ini menghidupkan imajinasi para peneliti, tetapi Hanna-Melania Tychka, salah satu arkeolog, jadi bertanya-tanya tentang bagaimana mereka sebenarnya bisa selamat.

Andriy Ryshtun, seorang penggali kawakan yang sangat akrab dengan sistem saluran pembuangan Lviv, juga meragukan apa yang dilihatnya di film itu. "Hampir tidak ada tempat di mana orang bisa tinggal untuk waktu yang lama. Air mengalir ke mana-mana," katanya kepada Zaxid.

 

Baca Juga: Temuan Jamban Kuno Abad ke-13 Ungkap Orang Yahudi Patuh Tak Makan Babi

Para peneliti telah berkelana ke selokan beberapa kali selama bertahun-tahun untuk menguji dan menguatkan kesaksian para penyintas. Namun mereka tidak menemukan tempat yang mereka rasa dapat menandingi ruang yang digambarkan oleh orang-orang Yahudi yang bersembunyi di sana.

Baru-baru ini, setelah meneliti selama lebih dari setahun sejak 2019, tim peneliti akhirnya menemukan bagian selokan yang jadi tempat persembunyian tersebut. "Pintu masuk ke kiri dan kanan berdinding balok, sehingga ruangan (persembunyian) itu tetap terisolasi. Kami akhirnya menemukan ruangan tambahan (annex) itu," kata Ryshtun seperti dilansir The Jerusalem Post.

Annex adalah ruangan sisa yang langka dari abad pertengahan yang telah ditutup dan dilupakan selama berabad-abad "(Ruangan itu bisa menampung banyak orang," kata Ryshtun. "Dan kami menemukan bukti yang jelas bahwa orang-orang bersembunyi di sana dari Nazi."

Baca Juga: Seorang Guru Sejarah Menemukan Tempat Penyimpanan Rahasia Artefak Nazi

Salah satu benda yang tertinggal di celah-celah batu di salurang pembuangan air yang jadi tempat persembunyian orang-orang Yahudi di Lviv, Ukraina. (Explorer/Zaxid)

Ada kaca yang telah disumpalkan ke celah-celah batu yang membentuk ruangan yang tersisa untuk mencegah tikus masuk ke sana, kata para peneliti. Ada juga otol-botol bir dari masa pendudukan Nazi, dan sebuah obor serta paku ditancapkan ke batu-batu itu agar benda-benda bisa menggantung dari lantai yang lembap.

Bukti penggalian berat juga ditemukan di sana. Orang-orang yang bersembunyi di sana tampaknya telah memindahkan berton-ton tanah untuk menyembunyikan ruangan bawah tanah itu agar orang-orang Jerman yang memasuki terowongan sistem pembuangan limbah tak menemukan tempat tersebut.

Berdasarkan sejumlah kesaksian, ada sekitar 70 orang Yahudi yang bersembunyi di sistem saluran pembuangan air itu. Orang-orang lokal berusaha membantuk persembunyian mereka dengan memberi mereka makan di sana.

Hanya 20 orang yang selamat. Sisanya 50 meninggal karena penyakit dalam sistem saluran pembuangan atau ditangkap oleh orang-orang Jerman dan dibunuh setelah memutuskan keluar dari selokan. Menurut salah satu kesaksian, seorang bayi dicekik di selokan oleh ibunya karena takut tangisan bayi itu akan menyebabkan seluruh kelompok ketahuan.

Salah satu orang lokal yang membantu persembunyian tersebut telah membawa patung domba Paskah ke dalam selokan. Patung domba Paskah itu adalah sebuah benda yang terhubung dengan tradisi Katolik untuk dimainkan anak-anak.

Itu adalah pengalih perhatian dari kenyataan yang mengerikan, menurut Krystyna Chiger dan orang-orang yang selamat lainnya yang bersaksi tentang kehidupan di selokan tersebut.

Baca Juga: Sisa-Sisa V2 Nazi, Roket Supersonik Pertama, Ditemukan di Inggris

Kondisi kota Lviv di Ukraina pada tahun 1939. (Wikimedia Commons)

"Selokan itu sangat basah dan gelap. Saya sangat takut dan gemetar, tetapi saya mencoba untuk tenang dan hanya bertanya kepada Ayah apakah kami masih harus pergi jauh,” kata Chiger dalam kesaksian tahun 1947.

"Ada batu dengan cacing kuning merayap di mana-mana. Kami meletakkan semua barang kami di atas batu dan duduk di atasnya. Terasa mengerikan di di sana. Air merembes dari dinding dan baunya tidak enak. Saya melihat tikus besar berwarna merah berlari di dekat kami seperti ayam. Awalnya saya sangat takut, tetapi kemudian saya terbiasa."

Sejarah mencatat hampir semua dari 110.000 orang Yahudi yang tinggal di Lviv pada tahun 1939 dibunuh. Saat ini, kota itu hanya memiliki beberapa ratus orang Yahudi.