Berlangganan

Semakin Tua Usia Kita Mengapa Waktu Jadi Terasa Begitu Cepat?

Selasa, 04 Januari 2022 | 11:00 WIB
Afkar Aristoteles Mukhaer, Mahandis Yoanata Thamrin
Bagikan :
DutchScenery/Getty Images/iStockphoto
Waktu terasa begitu cepat kita dewasa, sedangkan saat masa anak-anak terasa begitu lambat. Mengapa demikian?

"Kami dapat menyimpulkan bahwa ketika orang dewasa melaporkan kesan umum mereka tentang kecepatan waktu, perbedaan usianya sangat kecil," tulis mereka. Mereka dalam makalah itu mengadakan penelitian terpisah dengan metode yang sama, dan disatukan.

Ketika kita merenung kembali soal kehidupan kita sendiri, kita akan merasa tahun-tahun awal memang berlalu sangat lambat dan tahun-tahun berikutnya berlalu begitu cepat. Memang, ini menjadi sumber keyakinan kita kalau waktu berjalan lebih cepat seiring bertambahnya usia.

Tapi estimasi dan kesadaran waktu kita tidak berubah, karena adanya bias oleh kebiaksanan konvensional yang salah. Sehingga orang menceritakan tahun-tahun berikutnya melaju lebih cepat. Karena itulah yang dikatakan oleh pengetahuan kita sehari-hari yang seharusnya terjadi, terangnya.

Baca Juga: Mental Kognitif Menjadi Lebih Baik Pada Wanita 50 Tahun yang Menyusui

"Kebanyakan orang merasa bahwa saat ini berlalu lebih cepat bagi mereka daripada di masa lalu," lanjut Janssen. "Mereka telah lupa bagaimana mereka mengalami perjalanan waktu ketika mereka masih muda."

Dalam makalah itu, Friedman dan Janssen menguraikan tiga hipotesis, alasan ingatan dapat menipu kita untuk meyakini bahwa waktu bergerak semakin cepat.

Pertama, pengalaman yang lebih baru lebih gampang diingat dengan jelas, dan seiring bertambahnya usia, jumlahnya semakin sedikit.

Baca Juga: Selandia Baru Akan Tetapkan Larangan Merokok untuk Semua Orang Dewasa

"Manusia mengukur besarnya interval waktu di masa lalu ... sesuai dengan berapa banyak peristiwa yang dapat diingat dari periode itu," tulis mereka. Kita menjadikan peristiwa penting sebagai patokan untuk mengukur berlalunya waktu.

Semakin sedikit kejadian yang jadi patokan, berarti semakin cepat waktu berlalu. Alasan mengapa mengenang masa kanak-kanak lebih lambat, ada banyak momen besar yang tak terlupakan di ingatan seperti belajar membaca, belajar mengendarai sepeda, atau mendapatkan teman pertama kalinya.

Sebaliknya saat semakin dewasa, ada sedikit yang menjadi tonggak ingatan yang jarak satu sama lain sangat jauh, hingga waktu yang diingat terasa cepat.

Seringkali anak-anak bermain tanpa kenal waktu. Mereka menyerap banyak informasi, sehingga ketika dikenang setelah mencapai dewasa, masa anak-anak terasa lebih lama.

Tag: