Karena kebijakan diskriminatif Hitler, terjadi perdebatan sengit yang berkecamuk dalam ofisial tim Amerika Serikat, tentang apakah akan memboikot untuk berlaga pada Olimpiade Berlin 1936.
Seperti halnya atlet elit kulit hitam lainnya yang tumbuh dalam perlakuan dari masyarakat yang tidak setara, Owens menganggap segala sikap moral terhadap Jerman adalah munafik dan tidak membuatnya menyerah pada kesempatan untuk dapat bersinar di panggung internasional.
"Jesse Owens akhirnya menyatakan keinginannya untuk berkompetisi dalam Olimpiade, posisi yang akan mengundang kecaman dari publik Afrika-Amerika dan kepala NAACP Walter White," terus Ott.
Baca Juga: Simbol Swastika Pada Bendera Nazi, Bagaimana Sejarah dan Artinya?
Sejak awal, Owens merebut kendali sebagai bintang Olimpiade Musim Panas 1936. Dia meraih medali emas di kejuaraan pertamanya, lari 100 meter, dan diikuti dengan kemenangan atas juara bertahan dari Jerman, Luz Long dalam lompat jauh.
Ia menjadi orang Amerika Serikat pertama dari balapan apa pun yang mampu memenangkan empat medali emas di lintasan dalam satu Olimpiade, sebuah pencapaian yang tak ada tandingannya sampai Carl Lewis menyamainya pada tahun 1984.
Meskipun sebagian besar melaporkan bahwa Hitler telah melecehkan Owens karena mengalahkan atlet kulit putih, pada kenyataannya, ia menanggapi permintaan untuk memperlakukan para pemenang secara setara dan menolak untuk memberi selamat secara terbuka kepada siapa pun setelah hari pertama kompetisi.
Setelahnya, Owens terus gagal mendapatkan apresiasi dan penghormatan yang layak sebagai juara dunia dengan rekor-rekornya. Bahkan, ia dikabarkan sering dihinakan oleh orang kulit putih yang memperlombakannya lari dengan kuda.
Namun, meski kerap direndahkan, kisah kemenangannya di Olimpiade Berlin 1936 tetap terkenang. Meskipun ia tidak dapat menghentikan intrik rezim Nazi, Owens tidak diragukan lagi mencuri sorotan dari pemimpin terbesar Nazi Jerman, sebagai negara tuan rumah.
Lebih jauh, Owens telah menunjukkan bahwa pria kulit hitam dapat berkembang dan berprestasi, sehingga seluruh mata dunia tertuju padanya.
Keberhasilan Owens adalah sebuah upaya yang membuka jalan bagi bintang olahraga Afrika-Amerika di masa depan, seperti pemain bisbol Jackie Robinson, dan membuka pintu sedikit lebih lebar bagi gerakan hak-hak sipil kulit hitam untuk akhirnya muncul.
Baca Juga: Kesaksian Seorang Bocah Yahudi yang Bertetangga dengan Hitler