Menjumpai Blue Fire Kawah Ijen, Cahaya Unik Hanya Dua di Dunia

By Nana Triana, Senin, 21 Februari 2022 | 15:01 WIB
Blue Fire di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. (DOK. Rendra Kurnia/National Geographic Indonesia)

Baca Juga: Berusia Singkat, Almoravid Mengislamkan Maroko dan Menjaga Andalusia

Harapan Rendra untuk menangkap blue fire dari berbagai sudut seolah ikut tertutup kabut dini hari itu. Namun, seperti kata pepatah, sepahit-pahitnya kenyataan harus diselingi dengan semanis-manisnya harapan.   

Tidak kehabisan akal. Rendra mengeksplorasi seluruh titik foto di Kawah Ijen untuk mendapat hasil jepretan yang memenuhi ekspektasinya. Demi alasan menantang diri, ia ingin menghasilkan low-light smartphone photography menggunakan kamera dari realme 9 Pro+.

“Saat itu, Kawah Ijen sedang sepi pengunjung, sehingga memudahkan saya untuk mengeksplorasi seluruh spot pengambilan gambar,” ujarnya. 

Mengingat pengambilan gambar dilakukan dalam kondisi cahaya temaram, Rendra mengulik gambar menggunakan berbagai fitur pada kamera smartphone tersebut. Mulai dari mode manual, mode malam, hingga mode profesional. Tujuannya agar cahaya yang ditangkap terlihat lebih dramatis.

“Kalau untuk kondisi low-light, sebaiknya dioptimalkan menggunakan fitur mode Pro untuk memudahkan dalam menangkap momen,” ungkap dia.

Kemudian, Rendra menyetel kameranya pada ISO 100 dengan speed dan exposure rate yang rendah. Hasilnya? Voila! Dia berhasil mengabadikan daya pikat blue fire di Kawah Ijen menggunakan realme 9 Pro+, meski dalam kondisi gelap gulita dan berselimut asap tebal dari belerang.

Lanskap blue fire di Kawah Ijen. (DOK. Rendra Kurnia/National Geographic Indonesia)

"Jika dibandingkan dengan kamera profesional, kapasitas fitur pada realme 9 Pro+ nyaris bisa mensubstitusi untuk memotret dalam kondisi low-light," tuturnya.

Untuk diketahui, realme 9 Pro+ dibekali dengan sensor kamera flagship Sony IMX766 yang mampu meningkatkan detail warna pada foto. Hasil jepretan menjadi lebih detail dan tajam, bahkan saat foto diambil dalam kondisi temaram.  

Dia juga sempat memotret tanpa menggunakan tripod dan menghasilkan gambar yang cukup stabil. Ini berkat berkat Optical Image Stabilization (OIS) yang ditanam pada realme 9 Pro+. Walaupun tripod bisa saja tetap dibutuhkan pada kondisi tertentu agar kamera tidak shaky.

Baca Juga: Menyambut Sunset di Pulau Weh, Surga Kecil di Ujung Barat Nusantara

Selain blue fire, Rendra menuturkan ada banyak objek menakjubkan untuk diabadikan di Gunung Ijen. Salah satunya adalah air danaunya yang tampak seperti kabut di gunung es.

Sebagai informasi, Kawah Ijen merupakan satu dari sembilan destinasi perjalanan yang dilakukan oleh delapan fotografer profesional dalam program Nawa Cahaya: Capture The Unique Lights in Indonesia.

Program yang digelar realme Indonesia bersama National Geographic Indonesia tersebut bertujuan mengabadikan keunikan cahaya dari setiap destinasi. Para fotografer ditantang menghasilkan foto dalam kondisi low-light menggunakan kamera dari smartphone realme 9 Pro+.

Bagi Anda yang penasaran melihat foto karya delapan fotografer pada ekspedisi ke sembilan destinasi wisata alam tersebut, Anda dapat mengunjungi laman https://bit.ly/realme9lights.