Mengulik Perjudian di Zaman Yunani Kuno, Romawi, dan Tiongkok Kuno

By Sysilia Tanhati, Rabu, 30 Maret 2022 | 17:00 WIB
Permainan dadu di Pompeii (WolfgangRieger/Wikipedia)

Nationalgeographic.co.id—Ketika berbicara tentang perjudian Anda terbayang kasino, bakarat, roulette, lotere, atau dadu. Namun apakah Anda mengetahui kapan perjudian ini muncul?

Beberapa bentuk perjudian sudah ada selama ribuan tahun, dalam bentuk yang sama seperti di zaman modern.

Berjudi dengan orang Yunani

Perjudian menarik bagi orang Yunani sejak zaman kuno dan tampaknya manusia modern belum melupakan kebiasaan buruk di masa lalu.

Siapa yang mengira bahwa poker sudah dimainkan sejak lebih dari 3.500 tahun yang lalu di peradaban Minoa?

Dadu enam ganda yang dianggap keberuntungan juga sudah dimainkan sejak dulu. Ribuan tahun yang lalu, mendapatkan enam ganda disebut 'lemparan Afrodit.

“Jika seseorang berhasil mendapatkan enam ganda saat melempat dadu, maka ia menang,” ungkap John Black dilansir dari laman Ancient Origins.

Dalam catatan Homer dan teks-teks kuno lainnya kita dapat mengetahui bahwa judi dimainkan secara luas dalam peradaban Yunani kuno.

Permainan dadu, kepala dan ekor, dan permainan lain yang didasarkan pada 'keberuntungan' selalu dimainkan oleh kelompok yang berbeda.

Bahkan ada tempat khusus di mana orang-orang yang suka berjudi akan pergi bermain. Sama halnya seperti kasino di zaman modern, tempat-tempat itu memiliki reputasi buruk. Seringkali dianggap memalukan bagi seseorang untuk pergi ke sana.

Orang-orang akan kehilangan keberuntungan dalam perjudian, persis dengan cara yang sama seperti yang kita lakukan hari ini.

Namun di Yunani kuno, penjudi mendapat dukungan dari beberapa dewa - Hermes dan Pan. Bahkan para dewa dikatakan telah memainkan satu atau dua permainan.

Dalam mitologi Yunani, Zeus, Hades dan Poseidon bermain 'melempar dadu' untuk membagi alam semesta di antara mereka.

“Sebagian besar penulis dan filsuf Yunani kuno mengutuk perjudian,” Black menuturkan. Pada titik tertentu perjudian menjadi seperti wabah yang mendorong pejabat untuk mengurangi kegiatan tersebut. Jelas setiap kali perjudian ada, kecurangan berjalan beriringan. Ya, itu bahkan sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu.

Judi: permainan kesempatan dan keterampilan

Dam adalah permainan yang disebut ‘tilia' di Yunani kuno dan di era Romawi disebut permainan 12 baris. Beberapa gambar di tembikar menunjukkan orang Yunani bertaruh pada adu hewan (termasuk ayam, burung, dan anjing). Black menambahkan: “Banyak orang bahkan memelihara hewan untuk tujuan itu.”

Kepala dan ekor juga populer dan dimainkan dengan cangkang. Kemudian selama periode Romawi dengan koin, seperti sekarang ini.

Dadu adalah permainan Yunani kuno yang populer. Orang Yunani menggunakan tiga kubus yang terbuat dari tanah liat. Permainan ini terus berlanjut di era Romawi. Namun jumlah dadu dikurangi menjadi dua dan bentuk ini terus berlanjut hingga hari ini.

Di Romawi kuno, perjudian dipraktekkan di antara budak dan tuan. “Untuk jangka waktu tertentu itu populer bahkan di kalangan Kaisar,” tambah Black.

  

Baca Juga: Benarkah Kaisar Romawi Nero yang Membakar Roma dan Melakukan Inses?

Baca Juga: Lucius Verus: Kaisar Romawi yang Doyan Judi dan Hiburan Malam

Baca Juga: Temuan Ragam Artefak Dekat Lokasi Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

  

Di Cina kuno, Mesir dan Islam, perjudian juga populer. Kita juga dapat menemukan referensi dalam Talmud Yahudi dan Buddhisme. Dalam semua kasus di beberapa titik itu diatur dan hukuman berat akan menimpa para penjudi.

'Pengundian' adalah praktik perjudian yang populer di Romawi kuno. Bahkan ada referensi dalam teks-teks alkitabiah bahwa penjaga Romawi membuang undi untuk pakaian Yesus selama penyaliban. Perjudian digunakan untuk menyelesaikan perselisihan atau mengungkapkan jawaban 'dewa' atas pertanyaan.

Perjudian di Tiongkok

Di Tiongkok, Anda akan menemukan permainan keno yang dimainkan dengan kartu berangka 1 hingga 80 dalam kotak. Anda diizinkan untuk melingkari satu set angka dan kemudian lotere akan berlangsung untuk mengidentifikasi angka 'keberuntungan'.

Apakah permainan ini ditemukan di zaman modern? Tentu tidak. Kembali ke 2.000 tahun yang lalu di mana permainan ini disebut 'tiket merpati putih'.

Tiket merpati putih boleh dimainkan di rumah judi dengan izin dari gubernur provinsi, yang akan menerima persentase dari keuntungan. Secara kebetulan, permainan ini diciptakan oleh orang Tiongkok pada 2.300 SM menggunakan ubin.

Tahun 900 M orang Tiongkok telah menemukan permainan kartu yang dihias dengan bentuk manusia. Black menuturkan bahwa permainan ini kemudian meluas hingga ke seluruh Eropa oleh Mamalukes (pengikut Islam). Orang Eropa menyesuaikan kartu untuk menunjukkan raja dan ratu yang kita lihat di tumpukan kartu hari ini.

Dadu berusia 40.000 tahun dan gambar di gua memberikan bukti bahwa perjudian telah ada untuk waktu yang sangat lama.