Penyu Sisik Mengambil Rute Berkelok-kelok saat Migrasi, Apa Alasannya?

By Sysilia Tanhati, Selasa, 17 Mei 2022 | 11:00 WIB
Ketepatan indra penyu dalam bernavigasi tetap menjadi misteri. Dengan kata lain, apakah mereka melakukan perjalanan ke arah yang benar dan mengetahui arah yang tepat? (Unsplash/Jeremiah Del Mar)

Nationalgeographic.co.id—Setelah bertelur di pulau Diego Garcia setiap musim dingin, penyu sisik berenang puluhan kilometer untuk mencari makan makan di Samudra Hindia. Di tempat ini mereka makan bunga karang laut serta tumbuhan dan hewan laut lainnya. Apakah penyu ini memiliki rute spesifik? Menurut sebuah penelitian, penyu ternyata tidak begitu yakin ke mana mereka akan pergi selama migrasi yang relatif singkat ini.

Sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of the Royal Society Interface. Peneliti menemukan bahwa meski akhirnya mencapai tujuan targetnya, penyu sisik sering mengambil rute yang berkelok-kelok dan berliku untuk sampai ke sana. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pemahaman peta yang relatif kasar tentang lautan.

“Peta yang dibuat para peneliti untuk menunjukkan rute penyu terlihat seperti coretan di buku mewarnai anak-anak,” ungkap Sarah Kuta dilansir dari laman Smithsonian Magazine. Banyak putaran acak dan putaran ganda terjadi sebelum akhirnya mencapai tujuan yang diinginkan.

Seekor penyu berenang lebih dari 1.280 km untuk mencapai tempat yang sedikit lebih dari 160 km jauhnya, menurut penelitian tersebut.

Alih-alih langsung ke tujuan, sebagian penyu sisik menempuh rute yang berkelok-kelok. (Hays et al/ Journal of the Royal Society Interface)

“Migrasi yang sangat panjang secara mengejutkan mudah dilakukan oleh penyu dari sudut pandang navigasi,” Graeme Hays, seorang ilmuwan kelautan di Deakin University dan salah satu rekan penulis studi tersebut.

Untuk memahami keterampilan navigasi penyu sisik, para peneliti memasang alat pelacak GPS ke 22 ekor penyu yang selesai bersarang di Diego Garcia pada 2018 dan 2019. Kemudian, perjalanan penyu ke tempat mencari makan pun dilacak. Penyu sisik itu biasanya menuju ke Kepulauan Chagos. Kepulauan ini letaknya tidak jauh dari Diego Garcia.

Penyu sisik biasanya memiliki berat antara 45 dan 68 kilogram dan panjangnya 60 sampai 100 sentimeter. Selama beberapa dekade, orang memburu spesies yang terancam punah ini karena cangkangnya yang berwarna-warni dan bermotif. Meski praktik ini ilegal, penyu tetap diburu karena nilai ekonomisnya.

Hewan yang bermigrasi di darat memiliki banyak penanda navigasi yang baik untuk membantu mencapai tujuan. “Sedangkan di lautan, seperti penyu sisik, mereka memiliki lebih sedikit informasi soal navigasi,” tambah Kuta.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penyu dapat merasakan medan magnet bumi. Isyarat ini digunakan untuk mencapai situs tertentu di laut.

    

Baca Juga: Populasi Penyu Hijau Meledak Setelah Sekitar Lima Dekade Konservasi