Alasan Kekaisaran Bizantum Bertahan Lebih Lama daripada Romawi Barat

By Sysilia Tanhati, Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:09 WIB
1.000 tahun bukan waktu singkat. Namun Kekaisaran Bizantium mampu bertahan selama itu, lebih lama dibanding Kekaisaran Romawi Barat. Apa rahasianya? (Vatican Museums )

Nationalgeographic.co.id—Seribu tahun adalah waktu yang sangat lama dalam sejarah manusia. Untuk sebuah kekaisaran, dapat bertahan selama lebih dari 1.000 tahun merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. “Sejak 395 Masehi sampai 1453 Masehi,” tulis Peter Preskar di laman History of Yesterday. Terutama di tengah pergolakan politik dan perang saat abad pertengahan. Inilah yang terjadi pada Kekaisaran Romawi Timur atau yang dikenal juga dengan sebutan Bizantium. Sedangkan Kekaisaran Romawi Barat bertakhta sejak 27 Sebelum Masehi hingga 476 Masehi. Apa yang membuat Kekaisaran Bizantum bertahan lebih lama daripada Romawi Barat selama satu milenium?

Ekonomi yang kuat

Provinsi-provinsi timur jauh lebih kaya dibandingkan dengan provinsi-provinsi barat. Mesir sendiri adalah lumbung seluruh kekaisaran dan mendanai pemerintahan kekaisaran selama berabad-abad.

Semua pusat perdagangan penting dengan India, Tiongkok, dan Persia berada di provinsi-provinsi timur.

Kekaisaran Romawi Barat berhasil bertahan berkat menjarah wilayah taklukannya. Ketika mereka harus beralih dari serangan ke pertahanan, sumber emas dan budak yang mendorong ekonomi otomatis terhenti.

Sebaliknya, Kekaisaran Bizantium bertransisi dari masyarakat pemilik budak menjadi masyarakat feodal. Dengan demikian, ekonominya jauh lebih solid dan dapat mengumpulkan pajak serta meningkatkan tentara.

Lebih mudah untuk mempertahankan perbatasan

Salah satu alasan utama jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat adalah serangan suku barbar.

Kekaisaran Romawi Barat memiliki perbatasan yang jauh lebih panjang untuk dipertahankan dibandingkan dengan Bizantium. Wilayah Balkan dianiaya oleh Goth dan Hun. Namun di sisi lain Mesir, Suriah, Anatolia, dan provinsi Timur lainnya aman.

Sebagai perbandingan, Romawi Barat tidak bisa benar-benar mempertahankan perbatasan yang begitu panjang. Orang-orang barbar menyerbu pasukannya dan menjarah sebagian besar kekaisaran (bahkan Roma sendiri). “Mereka kemudian menjarah tanah untuk sukunya sendiri,” tambah Preskar.

Ibu kota Konstantinopel yang tak tertembus

Selama hampir 900 tahun, pertahanan Konstantinopel tak tertembus. Letaknya yang strategis di selat Bosporus dan di persimpangan dua benua sangat luar biasa.