Ahli Saraf Mempelajari Aktivitas Listrik Otak Manusia Saat Tidur

By Ricky Jenihansen, Rabu, 26 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Studi baru ini melihat jauh ke dalam otak. (Northwestern University)

Nationalgeographic.co.id — Para ahli saraf bekerja sama dengan dokter mempelajari aktivitas listrik otak manusia pada saat tidur. Tujuannya untuk memahami bagaimana otak manusia bekerja dan memproses memori di saat tidur.

Studi baru ini melihat jauh ke dalam otak, di mana pembelajaran sebelumnya diaktifkan kembali saat tidur, menghasilkan peningkatan memori.

Pada penelitian ini, ahli saraf dari Northwestern University bekerja sama dengan dokter dari University of Chicago Epilepsy Center. Mereka mempelajari aktivitas listrik otak di lima pasien pusat dalam menanggapi suara yang diberikan oleh tim peneliti sebagai bagian dari latihan pembelajaran.

Lima pasien yang secara sukarela berpartisipasi dalam penelitian ini memiliki sensor elektroda yang ditanamkan ke dalam otak untuk tujuan menyelidiki pengobatan potensial untuk gangguan kejang mereka.

Sementara penelitian sebelumnya telah menggunakan rekaman yang ditangkap oleh elektroda di kepala untuk mengukur pemrosesan memori selama tidur, ini adalah penelitian pertama yang merekam aktivitas listrik semacam itu dari dalam otak.

Studi ini menemukan peserta secara signifikan meningkatkan kinerja mereka dalam tes ingatan keesokan paginya.

Aktivitas otak yang dipetakan memungkinkan para peneliti untuk mengambil langkah maju yang besar dalam memahami cara kerja penyimpanan memori, yaitu dengan menyediakan data visual yang mengidentifikasi area otak yang terlibat dalam proses penyimpanan memori semalaman.

Tidur diperlukan untuk mengikat dan memperkuat ingatan relasional. (Pixabay)

Meskipun jumlah pasien yang diteliti tentu kecil, kesimpulan kuat dimungkinkan karena kelima pasien menunjukkan pola peningkatan memori dan aktivitas listrik yang sama.

"Kami sedang menyelidiki bagaimana orang bisa mengingat hal-hal yang telah mereka pelajari, daripada melupakannya," kata Ken Paller.

Paller adalah direktur Cognitive Neuroscience Program di Northwestern dan peneliti senior dalam studi tersebut. "Pandangan kami adalah bahwa tidur berkontribusi pada kemampuan itu."

Paller adalah profesor psikologi dan Ketua James Padilla dalam Seni dan Sains di Kolese Seni dan Sains Weinberg di Northwestern.