Seperti Apa Aturan, Terpidana, dan Hukuman di Kekaisaran Tiongkok?

By Sysilia Tanhati, Kamis, 9 Februari 2023 | 16:00 WIB
Hukum dan hukuman adalah cara untuk menyelaraskan masyarakat di Kekaisaran Tiongkok. Seperti apa aturan, hukuman, dan terpidana di zaman Kekaisaran Tiongkok? (academic.ru)

Agar tertuduh mau mengaku, pihak berwenang boleh melakukan penyiksaan. (George Henry Mason)

Dalam setiap hukuman ada derajat yang berbeda tergantung pada kesalahannya. Misalnya, seorang narapidana yang dihukum dipukuli dengan tongkat ringan dapat dijatuhi hukuman hingga lima derajat yang menentukan berapa banyak pukulan yang akan dilakukan (antara 10 sampai 50).

Adapun eksekusi, pemenggalan kepala dianggap lebih buruk daripada pencekikan. Pasalnya, pemenggalan dianggap menghina tubuh yang telah diwariskan oleh nenek moyang. Ini adalah cara yang lebih memalukan untuk mati.

Kejahatan terburuk di Tiongkok kuno adalah tidak mematuhi orang tua

Hukum pidana Tiongkok Kuno menekankan bakti dalam lima hubungan utama. Itu adalah bagaimana orang harus bersikap terhadap penguasa, orang tua, pasangan, saudara kandung, dan teman mereka.

Semua itu memiliki konsekuensi bagi narapidana. Pasalnya, orang yang melakukan jenis kejahatan yang sama akan diperlakukan berbeda tergantung pada apakah mereka melakukannya kepada seseorang yang lebih muda, lebih tua, suami atau ayah mereka.

Misalnya, narapidana yang melakukan kejahatan terhadap orang yang lebih tua akan dikenakan hukuman yang lebih buruk. Bandingkan dengan mereka melakukan kejahatan yang sama kepada orang yang lebih muda, hukumannya tidak seburuk yang satunya.

Bahkan ketika seorang anak menyerahkan orang tuanya yang bersalah, anak tersebut ikut dihukum karena melanggar bakti.

Tiongkok kuno menyiksa tahanan dan saksi untuk mendapatkan pengakuan

Di Tiongkok kuno, seluruh proses investigasi dan peradilan sangat ketat. Saksi dan terdakwa akan bersujud di hadapan seorang pejabat selama seluruh persidangan.

Schuyler menambahkan, "Terdakwa akan ditanyai pertanyaan yang sengaja diarahkan agar ia mengaku." Jika para tahanan mulai menghindari pertanyaan, pihak berwenang menyiksa. Pada tahap ini bentuk penyiksaan sangat sederhana dan langsung. Lengan tahanan atau saksi yang tidak kooperatif dipelintir pada sebuah tiang. Mereka kemudian dipukuli terus menerus selama mereka menyatakan tidak bersalah.

Sistem penyiksaan bekerja untuk mengumpulkan bukti lebih cepat, menyelesaikan kasus, dan memotong biaya investigasi. Akibatnya, bagi penyidik, penyiksaan dianggap sebagai bagian penting dari proses penyidikan.