Inilah Geb, Dewa Mesir Kuno Ciptakan Gempa Bumi lewat Tertawa

By Hanny Nur Fadhilah, Senin, 20 Februari 2023 | 12:00 WIB
Geb dikenal sebagai dewa bumi bagi orang Mesir Kuno. (Wikimedia Commons)

Asal Usul Geb

Geb lahir setelah bergabungnya dua dewa yang kuat. Namun, tidak seperti kebanyakan dewa, kedua orang tuanya diciptakan oleh dewa pencipta utama Mesir, Atum.

Atum mewujudkan maskulinitas dan feminitas, dan dengan demikian, dapat menciptakan kehidupan itu sendiri. Setelah menetapkan cahaya, Atum menjadikan Shu, dewa udara, dan Tefnut, dewi tak dikenal yang menguasai kelembapan. 

Shu dan Tefnut kemudian melahirkan dua orang anak, Geb dan Nut. Dewa bumi dan dewi langit jatuh cinta satu sama lain dan menghasilkan dewa yang sama kuatnya. Anak-anak mereka termasuk Osiris—dewa kematian; Isis—dewi kedaulatan; Seth—dewa kekerasan; Nephthys—dewi penguburan. Dalam beberapa legenda, Geb juga diakui sebagai ayah dari Horus, meskipun kultus mitologi Mesir Kuno berbeda dalam asal usulnya.

Baca Juga: Kisah di Balik Penamaan Amun-Ra, Dua Dewa Mesir Kuno Menjadi Satu

Baca Juga: Atum, Nama Dewa Paling Kuno di Mesir yang Menciptakan Para Dewa

Baca Juga: Telah Berubah, Seperti Apa Piramida Mesir Kuno Saat Pertama Dibangun?

Baca Juga: Jatuh Bangun Militer Mesir Kuno, Pasukan Paling Ganas di Dunia Kuno 

Dewa bumi Mesir biasanya ditampilkan sebagai pria berkulit gelap atau hijau dengan dedaunan di kulitnya dan mengenakan mahkota. Warna kulitnya mewakili tanah subur Sungai Nil dan pertumbuhan vegetasi, warna kehidupan orang dahulu.

Selain itu, Geb juga tampil dengan mahkota Atef—mahkota berbulu putih yang diasosiasikan dengan Osiris—atau seekor angsa, hewan suci pilihannya. Kadang-kadang kepalanya digambarkan seperti ular untuk mewakili afiliasinya dengan makhluk dan simbol bumi.

Geb sering digambarkan seperti menunjukkan dewa bumi terhampar di bawah istrinya, Nut, dewi langit dan ayahnya Shu, dewa udara. Geb terlihat bersandar pada satu siku sementara lengan bertumpu pada lutut yang ditekuk ke atas.

Gambar tersebut mewakili hubungan intim bumi dengan langit dan udara. Itu juga menggambarkan anggota tubuh Geb sebagai lembah dan perbukitan di tanah, yang sering disebut sebagai 'Rumah Geb' oleh orang Mesir Kuno.