Teknik Pencetakan, Penemuan Kekaisaran Tiongkok yang Mengubah Dunia

By Sysilia Tanhati, Jumat, 17 Maret 2023 | 13:00 WIB
Teknik pencetakan menjadi salah satu penemuan terbesar Kekaisaran Tiongkok yang mengubah dunia. Teknik ini kelak mendorong perkembangan informasi, pendidikan serta komunikasi. (British Library)

Nationalgeographic.co.id—Berabad-abad sebelum penemuan mesin cetak di Eropa, Kekaisaran Tiongkok mengembangkan model pencetakan menggunakan balok kayu berukir. Dua penemuan Tiongkok kuno sebelumnya, kertas dan tinta, membuka jalan bagi pencetakan balok. Selama abad ketujuh Masehi, teknik mencetak teks dalam jumlah besar dengan balok pertama kali membuahkan hasil. Inilah salah satu penemuan terbesar Kekaisaran Tiongkok yang mengubah dunia: teknik pencetakan.

Terciptanya unsur komunikasi, jalan menuju teknik pencetakan

Penemuan tulisan merupakan di Sumeria, Mesir, Lembah Indus, dan Tiongkok kuno sekitar 6.000 tahun lalu menjadi awal peradaban. "Tulisan menjadi transmisi ide yang sangat penting untuk penyebaran pembelajaran," tulis Judson Knight di laman Encyclopedia.

Di Tiongkok kuno, kata tertulis pertama kali muncul pada tulang atau cangkang. Dan seiring perkembangan teknologi, batu dan kemudian perunggu menjadi media yang disukai.

Penggunaan segel muncul pertama kali pada Dinasti Chou (1027—246 Sebelum Masehi). Saat itu para penguasa dan bangsawan menugaskan pengrajin untuk mengukirnya dari batu giok yang berharga. Terkadang cula badak dan tembaga pun menjadi segel kaisar atau bangsawan.

Stempel kaisar dan bangsawan jadi pelopor teknik pencetakan. (Sothebys)

Menggunakan bentuk tinta yang belum sempurna, segel kemudian akan dicetak pada berbagai bahan. Tinta awalnya mungkin berasal dari berbagai zat hewani dan nabati. Namun kemudian orang Tionghoa menemukan bahan yang lebih stabil.

Tinta dari Tiongkok dibuat dari ekskresi hitam, seperti kreosol, yang tersisa dari pembakaran kayu dan minyak di lampu. "Kemudian, ketika inovasi ini diteruskan ke Barat, itu akan salah disebut tinta India," tambah Knight lagi.

Maka lahirlah empat unsur komunikasi tertulis: tulisan, media, tinta, dan teknologi pengiriman tinta ke media (segel).

Inovasi kertas dan segel jadi jalan bagi teknik pencetakan balok

Selama Dinasti Chou, media berevolusi menjadi bentuk yang lebih bermanfaat, termasuk sutra dan potongan bambu atau kayu yang datar. Jika media-media itu dijahit bersama akan menjadi semacam gulungan.

Gulungan atau "buku" Tiongkok paling awal cenderung berat. Konon ketika sarjana dari Dinasti Han menyampaikan serangkaian saran tertulis kepada kaisar, dia menuliskannya di sekitar 3.000 potongan bambu. Ini membutuhkan dua orang kuat untuk membawa potongan-potongan bambu tersebut.