Kisah Kasim Kekaisaran Tiongkok yang Licik, Korup, dan Haus Kekuasaan

By Sysilia Tanhati, Selasa, 4 April 2023 | 13:39 WIB
Seorang kasim sering dikasihani akibat praktik kebiri yang diterapkan pada mereka. Faktanya, kasim mampu memengaruhi Kaisar Tiongkok. Mereka korup, licik, dan haus kekuasaan sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok. (Public Domain)

Nationalgeographic.co.id—Sekelompok kasim melayani keluarga Kekaisaran Tiongkok. Mereka tampak seperti kelompok yang patut dikasihani karena harus melakukan pengebirian demi bekerja di istana. Di sisi lain, tidak sedikit kasim Tiongkok yang mampu memengaruhi Kaisar Tiongkok dan politik. Berikut sederet kasim Kekaisaran Tiongkok yang licik, korip, dan haus kekuasaan.

Liu Jin, kasim paling korup sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok

Ia adalah kasim kepercayaan Kaisar Tiongkok Zhengde dari Dinasti Ming. “Liu Jin terkenal sebagai salah satu pejabat paling korup dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok,” tulis Ced Yong di laman Owlcation.

Pemimpin kelompok kasim Tiongkok yang kuat yang dikenal sebagai Delapan Harimau, Liu Jin sangat lihai. Ia mendapatkan kepercayaan besar Zhengde dengan sepenuhnya mengeksploitasi sifat buruk kaisar muda.

Saking dipercayanya, Liu Jin memiliki tempat tinggalnya sendiri. Ia bahkan diizinkan membawa pulang petisi kekaisaran untuk ditinjau. Meski tak lebih dari seorang pelayan, ia juga ditugasi mengatur dan melaksanakan serangkaian reformasi politik.

Pada saat yang sama, Liu Jin memperluas komunitas kasim di dalam Kota Terlarang. “Sang kasim licik dan rakus itu juga memberikan posisi penting kepada kerabatnya,” tambah Yong. Dengan ini, Liu Jin mengonsolidasikan kekuatan dan kekayaan yang fenomenal. Pada puncaknya, kasim rakus bukan hanya orang paling berpengaruh di Kekaisaran Tiongkok, namun ia juga orang terkaya.

Untungnya bagi Dinasti Ming, Liu Jin akhirnya dikhianati oleh salah satu dari Delapan Macan. Kaisar Zhengde mendapat laporan bahwa Liu Jin merencanakan pemberontakan. Meskipun kaisar awalnya tidak percaya, dia akhirnya mengasingkan Liu Jin. Akhirnya, Liu Jin dijatuhi hukuman mati dengan metode eksekusi death by a thousand cuts yang mengerikan.

Menurut catatan sejarah, sebanyak 12.057.800 tael emas dan 259.583.600 tael perak disita dari Kediaman Liu. Sangat mencengangkan. Ini membuat Wall Street Journal memasukkan Liu Jin sebagai salah satu dari 50 orang terkaya dalam 1.000 tahun terakhir.

Zhang Rang, kasim yang menjadi mitra Kaisar Tiongkok dalam kejahatan

Zhang Rang adalah anggota terkemuka dari Sepuluh Petugas. Itu adalah sekelompok kasim Kekaisaran Tiongkok yang memegang kekuasaan besar selama tahun-tahun terakhir Dinasti Han Timur.

Orang kepercayaan Kaisar Han Lingdi yang tidak bermoral, Zhang Rang adalah mitra kaisar dalam melakukan kejahatan. Bersama kasim, kaisar memberlakukan pajak luar biasa dan menjual posisi kekaisaran. Tindakan ini tidak lain untuk membiayai hiburan dan rekonstruksi istana yang mewah

Kasim jahat ini sangat dihargai dan dipercaya oleh kaisar. Kaisar Han Lingdi bahkan menghormatinya dengan panggilan ayah. Jelas, ini tindakan yang menggelikan dan tidak pantas.

Di puncak kekuasaannya, Zhang Rang menikmati gelar marquis dan memiliki rumah tangga sendiri. Jika orang membutuhkan posisi di kekaisaran, maka Zhang Rang adalah orang yang tepat untuk “membantu”.

Kasim dapat memberikan pengaruh yang cukup pada kaisar untuk menguasai urusan kekaisaran. Dalam beberapa kasus, kasim bahkan menyebabkan jatuhnya dinasti. (Wikipedia)

Anggota lain dari Sepuluh Petugas seperti Zhao Zhong juga korup dan kuat. Tetapi Zhang Rang, Ayah Kaisar, tidak diragukan lagi adalah pemegang kekuasaan utama kekaisaran.

Tetapi semua harus berakhir. Pengaruh Zhang Rang membuat marah He Jin, Dong Zhuo, Yuan Shao, Cao Cao, dan lainnya. Mereka semua adalah panglima perang terkemuka di zaman itu. Setelah putra Lingdi, Liu Bian naik takhta, para panglima perang bergerak untuk melenyapkan fraksi kasim.

Kudeta panglima perang pada awalnya tidak berhasil. He Jin tertipu oleh dekrit palsu, disergap di istana, dan dieksekusi. Atas nama balas dendam, panglima perang lainnya dengan cepat menyerbu ibu kota Luoyang.

Untuk melindungi dirinya sendiri, Zhang Rang menyandera kaisar dan adik laki-lakinya. Setelah terpojok, kasim yang licik melepaskan saudara kandung kerajaan dan bunuh diri dengan melompat ke Sungai Kuning.

Zhao Gao, kasim yang menjadi tokoh paling kuat di Dinasti Qin

Salah satu episode paling ironis dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok adalah betapa singkatnya masa Dinasti Qin.

Meskipun mempersatukan Tiongkok untuk pertama kalinya dalam sejarah, dinasti Kaisar Qin Shihuang hanya bertahan selama 15 tahun.

Banyak alasan di balik kejatuhan cepat ini. Pertama dan terutama karena pemberontakan yang dipimpin oleh panglima perang legendaris seperti Xiang Yu dan Liu Bang.

Secara internal, Dinasti Qin juga diperangi oleh perebutan kekuasaan yang sengit. Pesaing terburuk dalam perebutan ini adalah Perdana Menteri Li Si dan kasim Zhao Gao.

Kepala kasim Qin Shihuang, Zhao Gao sangat dipercaya oleh penguasa yang sangat berkuasa. Oleh karena itu, dia mengatur semua komunikasi Qin Shihuang. Hubungan dekatnya dengan Perdana Menteri Li Si selanjutnya membuatnya menjadi salah satu tokoh paling kuat di Era Qin.

Pada tahun 210 Sebelum Masehi, kasim jahat itu bersekongkol dengan Perdana Menteri Li Si. Mereka memalsukan surat wasiat Qin Shihuang setelah kaisar meninggal secara tak terduga. Tindakan keji itu mengakibatkan Putra Mahkota Fusu dipaksa bunuh diri, sementara adik laki-lakinya Huhai dinobatkan.

2 tahun kemudian, Zhao Gao menyerang Li Si dan membuat perdana menteri dan keluarganya dieksekusi secara mengerikan.

Kasim jahat akhirnya menemui ajalnya ketika dia melakukan kesalahan dengan membunuh Huhai. Ia kemudian mengangkat putra Fusu, Ziying, sebagai kaisar. Sadar akan kejahatan Zhao Gao, Ziying dengan cepat membunuh Zhao sebelum kasim itu berbuat jahat lagi.

Wei Zhongxian, kasim paling korup, jahat, dan sukses dalam sejarah Tiongkok

Dalam sejarah Kekaisaran Tiongkok, Wei Zhongxian dianggap sebagai kasim paling korup dan jahat yang pernah hidup. Di sisi lain, ia juga merupakan kasim yang paling sukses.

Pada puncaknya, Wei disapa sebagai "Tuan Sembilan Ribu Tahun". Gelar ini menempatkannya di urutan kedua setelah "Tuan Sepuluh Ribu Tahun", yaitu Kaisar Tiongkok.

Selama masa pemerintahan Kaisar Dinasti Ming Tianqi, semua dekrit kekaisaran disampaikan oleh Wei. Juga dikeluarkan atas nama kaisar dan namanya. Begitu hebatnya kekuatannya sehingga kuil-kuil bahkan dibangun atas namanya. Praktik semacam itu secara terbuka melanggar nilai-nilai Konfusianisme dan dianggap tidak dapat dimaafkan.

Di belakang layar, sebagian besar kekuatan Wei Zhongxian berasal dari hubungannya yang dekat dengan Kaisar Tianqi dan Madam Ke. Madam Ke adalah pengasuh kaisar. Tianqi muda sering digambarkan sebagai kaisar yang tidak berminat pada takhta. Ia jauh lebih tertarik pada pertukangan alih-alih masalah kesopanan.

Secara emosional, Tianqi bergantung pada Wei dan Ke karena keduanya adalah teman dekatnya selama masa kecilnya. Beberapa sejarawan bahkan mengeklaim Tianqi menganggap duo penjahat itu sebagai orang tua penggantinya.

Cengkeraman Wei Zhongxian pada kekuasaan dan urusan negara seharusnya bisa berlangsung lama. Dengan catatan: selama Kaisar Tianqi hidup. Namun sang kaisar meninggal secara tiba-tiba pada usia 21 tahun.

Karena kaisar tidak memiliki ahli waris yang masih hidup, saudara laki-laki Tianqi dinobatkan sebagai Kaisar Chongzhen. Sadar akan kejahatan Wei, Chongzhen dengan cepat mengambil tindakan. Pertama-tama ia mengasingkan kasim yang dibenci. Kemudian memerintahkan penjaga kekaisaran untuk menjemputnya untuk hukuman lebih lanjut.

Pada 13 Desember 1627, Wei bunuh diri; dia gantung diri dengan ikat pinggangnya. Chongzhen kemudian mengeksekusi banyak sekutu Wei. Kaisar baru juga menyuruh agar mayat Wei dipotong-potong dan dipajang di desa asal kasim jahat. Itu menjadi peringatan suram bagi semua orang agar tidak meniru kelakuan kasim licik tersebut.

Li Lianying, kasim favorit Ibu Suri Cixi

Berbeda dengan kasim Kekaisaran Tiongkok yang jahat dalam daftar ini, Pengawas Agung Li Lianying tidak memonopoli kekuasaan. Dia tidak bisa karena dia bekerja di bawah Ibu Suri Cixi, salah satu wanita yang memerintah Kekaisaran Tiongkok.

Sebaliknya, Li Lianying mencapai pengaruh dan kekayaan besar dengan menjadi pelayan favorit Cixi. Dengan kata lain, kekuatan Li berasal dari menjadi perantara antara pejabat kekaisaran dan Cixi. Dia memiliki kendali yang signifikan atas siapa yang diizinkan bertemu dengan Cixi. Ini adalah peran yang memperkaya dirinya dengan suap yang tak ada habisnya.

Baca Juga: Apakah Selir Kaisar Tiongkok Cixi Merupakan Pelopor Gerakan Feminisme?

Baca Juga: Daftar Permaisuri Kaisar Tiongkok yang Bertangan Besi dan Bijak

Baca Juga: Kisah Kaisar Tiongkok Guangxu, Tidak Pandai Berpolitik tapi Ambisius

Baca Juga: Kisah Revolusi 1911 yang Meluluhlantakkan Kekaisaran Tiongkok 

Ia juga menjadi orang yang dibayar dan dimintai bantuan, setiap kali seseorang mendapat masalah dengan ibu suri yang ditakuti.

Berbeda dengan kasim jahat lainnya, Li Lianying diduga terhindar dari akhir yang mengerikan. Setelah Cixi meninggal, Li diam-diam pensiun dan meninggalkan Kota Terlarang. “Ia meninggal di rumahnya pada tahun 1911,” tambah Yong.

Selama Revolusi Kebudayaan, makam Li dijarah dan dihancurkan. Perampok hanya menemukan tengkorak Li di makam. Beberapa sejarawan percaya dia tidak mati karena usia tua tetapi dibunuh.

Desas-desus lain mengeklaim bahwa Li dipaksa bunuh diri oleh ayah Kaisar Terakhir Puyi. Ada juga yang menyebutkan bahwa dia dibunuh oleh bawahan Panglima Perang Yuan Shikai. Namun, kebenaran kemungkinan besar akan tetap menjadi misteri selamanya.

Meski sering dikasihani karena pengorbanan yang dilakukan untuk melayani Kekaisaran Tiongkok, kasim mampu berkuasa. Sepanjang sejarah, banyak kasim Kaisar Tiongkok yang korup dan haus kekuasaan.