Preferensi Hagia Sophia dan Seni Arsitektur Kekaisaran Bizantium

By Ricky Jenihansen, Sabtu, 14 Oktober 2023 | 19:00 WIB
Hagia Sophia adalah interpretasi keindahan dan kemegahan seni arsitektur Kekaisaran Bizantium. (Pexels)

Nationalgeographic.co.id—Seni dan arsitektur Kekaisaran Bizantium sangat berkaitan erat dan terinterpretasi dalam keindahan Hagia Sophia. Gereja katedral Kristen ortodoks terbesar di dunia yang berubah jadi masjid itu menunjukan preferensi yang jelas dari seni dan arsitektur Kekaisaran Bizantium.

Karya seni Kekaisaran Bizantium mengedepankan pesan keagamaan, terutama mengabarkan keselamatan dan penguatan iman. Karya seni Kekaisaran Bizantium diproduksi dalam jumlah besar dan yang paling utama adalah mosaik dinding, lukisan dinding, dan ikon.

Meskipun ikon dapat dibuat dari hampir semua bentuk material, yang paling populer adalah panel kayu kecil yang dicat. Ikon ini dirancang untuk dibawa atau digantung di dinding, dibuat menggunakan teknik enkaustik.

Teknik enkaustik adalah teknik pewarnaan dengan pigmen berwarna dicampur dengan lilin dan dibakar ke dalam kayu sebagai tatahan. Tatahan adalah sebutan untuk bagian yang mendapatkan perlakuan khusus dalam pewarnaan.

Karya seni Kekaisaran Bizantium dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi komunikasi antara penonton dan tuhan. Figur tunggal biasanya berbentuk frontal penuh dengan nimbus atau lingkaran cahaya di sekelilingnya untuk menekankan kesuciannya.

Mosaik Bizantium dapat dilihat saat ini di Hagia Sophia di Istanbul atau gereja San Vitale di Ravenna yang banyak menggunakannya.

Mozaik Bizantium melambangkan tokoh-tokoh suci, kaisar dan permaisuri, pejabat gereja, dan pemandangan kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang pertanian.

Patung berskala besar tampaknya kurang populer dibandingkan zaman kuno sebelumnya, tetapi sarkofagus marmer yang dipahat diproduksi dalam jumlah besar.

Terakhir, pengerjaan logam, terutama yang menggunakan pengerjaan enamel dan batu semi mulia cabochon merupakan karya khas Bizantium. Cabochon adalah batu permata yang telah dibentuk dan dipoles yang biasanya berupa muka cembung.

Para perajin juga memproduksi banyak piring, cangkir, segala jenis perhiasan, sampul buku (khususnya untuk Alkitab), dan relik berkualitas tinggi yang dirancang dengan rumit.

Arsitektur Kekaisaran Bizantium

Arsitek Kekaisaran Bizantium terus menerapkan tatanan Klasik pada bangunan mereka dan mengambil ide dari Timur Dekat, dan tempat-tempat lain.