Terbukanya Tabir Evolusi Organ Reproduksi, Simpanse Juga Menopause

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Kamis, 23 November 2023 | 14:00 WIB
Seekor simpanse betina, Roxy, mengoleskan serangga pada luka di wajah simpanse jantan dewasa bernama Thea. Simpanse betina dapat hidup lebih lama dan juga mengalami fase menopause seperti manusia. Temuan terbaru membuka kemungkinan evolusi organ reproduksi pada manusia dan primata lainnya. (Tobias Deschner/ Ozouga chimpanzee project)

Di lingkungan alam liar lain, simpanse tidak diketahui dapat mencapai usia panjang. Para peneliti meyakini penyebabnya adalah aktivitas manusia yang menyebabkan penyakit dan habitat, sehingga mengganggu kelangsungan hidup populasi liar simpanse, termasuk betina di usia tua.

Mengutip dari The Guardian, salah satu penulis studi Kevin Langergraber dari School of Human Evolution and Social Change, Arizona State University mengatakan, "Tidak jelas bagaimana seleksi [alam] dapat mendukung perpanjangan umur melewati titik di mana individu tidak dapat bereproduksi lagi."

Evolusi organ reproduksi betina pada primata

Langergraber mengungkapkan "hipotesis nenek" untuk menjelaskan bagaimana betina hidup lebih lama dalam evolusi primata. Hipotesis ini menyatakan bahwa usia panjang pada betina terjadi karena primata, dalam hal ini simpanse, yang lebih tua untuk menghidup keluarga besarnya.

Meski demikian, kemungkinan ini masih lemah karena dinamika sosial simpanse begitu kompleks. Akan tetapi, Langergraber menekankan bahwa hipotesis ini masih mungkin terjadi untuk mengurangi konflik dengan betina yang lebih muda dalam hal pasangan perkawinan.

Dalam penelitian tersebut, tim menemukan bahwa kemungkinan kemampuan simpanse melahirkan menurun setelah mencapai usia 30 tahun. Ketika menginjak usia di atas 50 tahun, mereka tidak melahirkan sama sekali.

Pada 16 ekor simpanse hidup melampaui usia 50 tahun. Analisis para peneliti menunjukkan bahwa sebagian simpanse betina tersebut berada dalam kondisi pasca-reproduksi.

Temuan ini didapati setelah tim menguji sampel urine dari 66 simpanse betina. Hasilnya mengungkapkan bahwa ada perubahan hormonal seiring bertambahnya usia. Kondisi seperti ini serupa pada manusia ketika mendekati fase menopause.

Penelitian terkait menopause pada simpanse yang masih memiliki kekerabatan nenek moyang dengan manusia, menunjukkan bahwa menopause ada pada primata lain. Agar memahami menopause dalam evolusi manusia, para ilmuwan harus menggali pada spesies primata non-manusia seperti bonobo yang punya kekerabatan lebih dekat dengan simpanse, terang para peneliti.