Gigi Langka dari Hiu Raksasa Purba Ditemukan di Pantai Australia

By Gita Laras Widyaningrum, Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:59 WIB
Phillip Mullay bersama dengan gigi hiu raksasa yang ditemukannya. (William West/AFP)

Nationalgeographic.co.id - Satu set gigi langka dari hiu raksasa zaman prasejarah yang dua kali lebih besar dari hiu putih, ditemukan di pantai Australia.

Phillip Mullay, seorang penggila fosil, sedang berjalan di sepanjang area di Jan Juc, Great Ocean Road, 100 kilometer dari Melbourne ketika menemukannya.

“Saya sedang berjalan di sepanjang pantai untuk mencari fosil. Kemudian, saya melihat sesuatu yang bersinar di sebuah batu besar. Ternyata itu adalah gigi,” paparnya.

“Saya langsung bersemangat. Itu sangat sempurna dan merupakan penemuan penting yang perlu diberi tahu kepada banyak orang,” imbuh Mullay.

Baca juga: Anting Yunani Kuno Ditemukan di Situs Arkeologi Yerusalem

Erich Fitzgerald, kurator senior paleontologi vertebrata di Museum Victoria, mengonfirmasi bahwa gigi berukuran 7 sentimeter tersebut berasal dari spesies predator yang telah punah yang dikenal dengan nama hiu bergerigi besar (Charcharocles angustidens).

Spesies hiu yang berkelana di lautan Australia sekitar 25 juta tahun lalu ini, memakan paus-paus dan penguin kecil. Ia dapat tumbuh hingga sembilan meter, hampir dua kali lipat dari hiu putih besar di masa sekarang.

“Gigi yang baru ditemukan itu memiliki signifikansi internasional karena mewakili satu dari tiga pengelompokkan gigi Charcharocles angustidens di dunia. Juga menjadi yang pertama kali ditemukan di Australia,” kata Fitzgerald.

Dia menjelaskan, hampir semua fosil hiu di seluruh dunia merupakan gigi tunggal. Sangat sulit menemukan banyak gigi dari satu hiu yang sama.

Ini karena hiu – yang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan kembali giginya – bisa kehilangan giginya setiap hari. Dan gigi-gigi yang copot tersebut tidak mudah menjadi fosil.

Menurut Fitzgerald, gigi yang ditemukan Mullay tersebut, berasal dari satu individu dan kemungkinan masih banyak yang terkubur di bawah batu.

Baca juga: Alkitab Abad Pertengahan Kembali ke Katedral Setelah 500 Tahun Hilang