Menyedihkan, Sampah Plastik Samudera Pasifik Hampir Seluas Indonesia

By Gregorius Bhisma Adinaya, Selasa, 18 September 2018 | 17:49 WIB
Sampah plastik mengapung di lautan (Magnus Larsson/Getty Images/iStockphoto)

Nationalgeographic.co.id - The Great Pacific Garbage, atau Kumpulan-kumpulan sampah plastik di Samudera Pasifik kini meluas dengan ukuran yang sepertinya tidak masuk akal. Kumpulan sampah-sampah plastik yang mengambang di lautan antara Hawaii dan California ini terus membesar hingga berukuran 1,6 juta km2.

Luas hamparan sampah yang terapung ini hampir seluas daratan Indonesia (1,9 juta km2). Hal ini dilaporkan dalam jurnal Scientific Reports yang dipublikasikan oleh majalah Nature.

Dalam studi tersebut disebutkan bahwa sampah di wilayah ini telah mengalami peningkatan sebesar 10 hingga 16 kali lebih banyak dari jumlah yang diduga sebelumnya. Satu hal yang menjadi fakta menyeramkan adalah bahwa sampah di sana tidak mengalami pengurangan. Bayangkan, apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga : Setelah Filipina dan Hong Kong, Topan Mangkhut Kini Menerjang Tiongkok

Kepala penelitian, Laurent Lebreton dari The Ocean Cleanup Foundation, Delft, Belanda mengatakan bahwa konsentrasi plastik di lautan pasifik tersebut semakin memburuk dan mengkhawatirkan. Akumulasi plastik ini disebabkan oleh arus yang mengumpul dan angin permukaan laut yang rendah.

The Great Pacific Garbage Patch ditemukan pertama kali pada tahun 1990-an, dan sampah-sampah tersebut berasal dari negara-negara di Lingkar Pacific (Pacific Rim) yang tersebar di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan ditambah Lebretan.

“Ini adalah fenomena alami yang terjadi di semua cekungan samudra subtropis di dunia. Sebenarnya, ada empat lagi zona akumulasi seperti ini: Pasifik selatan, Atlantik utara, Atlantik selatan, dan Samudra Hindia,” ujarnya.

The Great Pacific Garbaga Patch bukan kumpulan plastik yang padat, melainkan terdiri dari 1,8 triliun bagian plastik. Sampah ini diperkirakan memiliki bobot 88 ribu ton, atau setara dengan 500 pesawat jet jumbo.

Sampah kantung plastik mengambang di Teluk Marina, Filipina. (RANDY OLSON, NATIONAL GEOGRAPHIC)

Mikroplastik menyumbang 8 persen dari total jumlah plastik yang mengapung di area luas tersebut.

Dari sekitar 1,8 triliun plastik, terdapat komponen yang lebih besar dari mikroplastik. Di antaranya seperti jaring ikan, mainan, hingga dudukan toilet.

Berikut ini adalah sejumlah penemuan dari penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC pada Selasa (18/9/2018):