Mobile Photography, Kiat dan Tips untuk Memaksimalkan Hasil Foto

By Gregorius Bhisma Adinaya, Jumat, 9 November 2018 | 00:00 WIB
Kamera dalam ponsel tidak membatasi kreativitas fotografer. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Nationalgeographic.co.id - Sejak prinsip optik dan fotografi ditemukan, rasanya beberapa tahun ini adalah tahun yang paling memudahkan para pegiat fotografi. Bukan tanpa alasan, sejak kamera sudah disatukan dengan ponsel pintar, semua orang bisa menjadi fotografer. Bahkan berbagai fitur yang semakin berkembang pun memudahkan semua orang dalam memotret. Hanya dengan satu sentuhan, kamera ponsel kita dapat menentukan mode yang sesuai untuk mengambil gambar.

Kemudahan ini sejatinya bukan untuk membuat kita menjadi berhenti untuk memperkaya wawasan fotografi, terutama terkait dengan "senjata" itu sendiri. Memang tidak semua orang harus menguasai penggunaan kamera DSLR, mengingat kamera dalam ponsel pintar diniali cukup mewakili penggunaan harian mereka dalam mengabadikan gambar.

Baca Juga : Foto-foto Pemimpin Perempuan dari Area Pedalaman Hingga Negara Modern

Namun bila Anda memilih untuk memotret menggunakan ponsel pintar, ada baiknya Anda juga meningkatkan kemampuan pengambilan gambar. Sayang rasanya bila semua pengalaman dan peristiwa yang terekam, hanya tergambar dengan kualitas seadanya. Untuk menghasilkan gambar yang baik, berikut ini kami rangkumkan beberapa hal yang wajib Anda perhatikan.

1. Kebersihan lensa

Pastikan lensa selalu dalam keadaan bersih. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Banyak pengguna ponsel pintar tidak menyadari bahwa lensa kamera di ponsel mereka dalam keadaan berminyak. Sentuhan jari menjadi pelaku utama. Oleh karena itu, sebelum memotret, pastikan bahwa lensa ponsel Anda dalam keadaan yang bersih agar cahaya yang masuk tidak terbiaskan oleh lapisan minyak atau kotoran lainnya.

Tidak harus menggunakan pembersih khusus, gunakan saja kain katun yang biasanya menjadi bahan dasar kaos. Lap lensa kamera Anda dengan perlahan, pastikan bahwa kaos tidak dalam keadaan basah atau kotor.

2. Pelindung lensa

Ponsel pintar baru memang seringkali membuat penggunanya was-was atas risiko kerusakan. Salah satunya adalah baret ataupun pecah pada bagian lensa kamera. Oleh sebab itu banyak dari pengguna kemudian menempelkan lapisan pelindung pada sisi luar lensa.

Hal ini memang tidak salah untuk alasan keamanan lensa, tetapi lapisan pelindung dengan bahan yang buruk justru akan menurunkan kualitas gambar yang Anda ambil. Cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera ponsel Anda akan "rusak" ketika melewati lapisan pelindung tadi. Bila hal ini menjadi masalah, ada baiknya Anda memilih untuk membeli pelindung yang memang memiliki kualitas baik.

Baca Juga : Virginia Hall, Mata-mata Perempuan Paling Berbahaya di Perang Dunia II

3. Angle atau sudut pengambilan

Kamera pada ponsel pintar memang belum bisa sepenuhnya melampaui performa kamera mirrorless ataupun DSLR. Namun kamera ponsel memiliki kelebihan dalam pemilihan sudut pengambilan gambar. Ukurannya yang tipis, membuat ponsel dapat diletakan di berbagai sudut yang tidak dapat dijangkau oleh alat lainnya.

Manfaatkan kelebihan ini dalam pemotretan. Tidak ada salahnya memotret dengan sudut yang sangat rendah, dengan meletakan ponsel setinggi mata kaki. Distorsi dan perspektif yang dihasilkan akan membuat foto Anda menjadi lebih dramatis.

4. Mendekat

Mendekat dengan subjek kecil, seakan fotografi makro. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Beberapa waktu ini memang kamera ponsel dilengkapi dengan fitur memperbesar pengambilan gambar, atau zoom in. Namun pembesaran ini tentu memiliki keterbatasan, mengingat ukuran ketebalan ponsel akan selalu diperjuangkan setipis mungkin. Artinya, tidak ada ruang lebih untuk penggunaan mekanisme pembesaran yang jauh lebih lebar. Kalaupun bisa memperbesar gambar, cara yang dipilih adalah dengan memperbesar piksel dalam foto. Kualitas gambar pun menurun.

Oleh karena itu, mendekat kepada subjek foto adalah pilihan yang lebih baik. Dengan lebih mendekat, Anda tidak perlu memaksakan pembesaran piksel pada foto. Gambar yang dihasilkan pun akan jauh lebih tajam.

Selain itu, dengan mendekat kepada subjek foto, Anda juga memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan dengan subjek. Bila subjek foto Anda adalah seorang manusia, Anda menjadi memiliki kelebihan untuk memintanya lebih tersenyum.

5. Kreatif

Memanfaatkan rubber cone sebagai bingkai. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Walaupun fitur kamera ponsel terbatas pada beberapa aspek, tetapi hal ini tidak akan membatasi proses berpikir kreatif Anda. Lihat sekeliling ketika hendak memotret. Cari benda apapun yang bisa meningkatkan level kualitas visual.

Salah satu benda yang mudah ditemukan adalah rubber cone, kerucut berwarna oranye yang digunakan untuk membatasi sebuah wilayah. Kerucut ini biasanya memiliki lubang pada kedua sisinya. Tempelkan sisi lubang atas kerucut kepada kamera ponsel Anda, gunakan seperti hendak memasangkan lensa tambahan.

Hasil yang akan didapat adalah bingkai visual yang menarik. Tentu tempatkan subjek foto Anda pada area yang tidak tertutup. Bila tidak menemukan rubber cone, Anda dapat mencobanya dengan kertas yang digulung. Tidak ada kertas? Gunakan saja kertas koran. Jangan batasi imajinasi dan kreativitas Anda.

6. Cahaya

Dengan fitur khusus, kamera ponsel dapat memotret dalam keadaan minim cahaya. (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Unsur utama pada fotografi adalah Cahaya. Cahaya yang terpantulkan oleh objek foto dan masuk ke dalam sensor akan menghasilkan sebuah gambar. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui arah cahaya sebelum Anda memotret.

Subjek foto yang menghalangi sumber cahaya masuk ke dalam kamera ponsel akan membuat subjek menjadi gelap, atau yang lebih dikenal dengan siluet. Sejatinya, dalam kondisi ini seorang fotografer akan menambahkan cahaya kepada subjek yang menjadi siluet. Bila Anda membawa senter, nyalakan saja dan arahkan pada subjek foto. Namun dengan arah yang tidak searah dengan kamera Anda. Sumber cahaya yang tidak searah dengan kamera akan membuat cahaya pada gambar menjadi lebih natural dan memunculkan dimensi.

Bila tidak membawa senter dan kamera ponsel Anda memiliki fitur HDR, maka nyalakan saja fitur ini. Ponsel akan melakukan kalkulasi, dan meningkatkan kecerahan pada bagian siluet tadi.

Oleh karena itu, penting bagi kita ketika memilih ponsel sebagai senjata penghasil foto. Pilih ponsel pintar yang menyematkan fitur pintar dalam kameranya. Tidak hanya itu, pilih juga yang memiliki sensor dan resolusi gambar yang besar. Dengan begitu, ponsel akan semakin peka terhadap cahaya. Dalam kondisi yang minim cahaya, kamera pada ponsel Anda akan lebih peka dalam menangkap cahaya.

Tangkapan layar fitur Honor 8X (Bhisma Adinaya/National Geographic Indonesia)

Dengan syarat kemampuan di atas, sebuah ponsel tidak lantas menjadi mahal. Sebut saja Honor 8X, seri ponsel milik Honor yang baru diluncurkan resmi di Indonesia pada bulan September 2018 ini hanya dibanderol dengan harga 4 jutaan rupiah. Itupun harga untuk varian tertinggi, dengan RAM 6 GB dan memori terintegrasi sebesar 128 GB.

Baca Juga : Berbahaya Bagi Karang, Republik Palau Larang Penggunaan Tabir Surya

Dengan resolusi dual 20 MP + 20 MP, gambar yang dihasilkan pun akan prima. Tidak hanya itu, Honor 8X memilik slot kartu memori tambahan untuk memperbesar ruang penyimpanan gambar. Ruang penyimpanan gambar atau foto juga menjadi hal yang penting. Jangan sampai sebuah kejadian penting terlewat hanya karena memori di dalam ponsel kita sudah mencapai batasnya.

Namun, yang terpenting adalah kemampunnya dalam menghasilkan gambar dalam kondisi yang minim cahaya. Dengan kecerdasan buatan (AI) milik Honor 8X, kamera akan memilihkan mode pengambilan yang sesuai dengan kondisi saat kita mengambil gambar. Tidak ada lagi subjek foto yang menjadi siluet, ataupun foto potret yang hambar.

Selain itu, memotretlah sesering mungkin. Dengan cara ini, kemampuan Anda akan semakin terasah dan berkembang.