Para ilmuwan telah mengidentifikasi dan menganalisis segmen DNA dari 430 penduduk saat ini di 21 pulau Pasifik. Upaya membandingkan gen-gen antara individu-individu yang secara eksklusif berasal dari Polinesia ini, mengarahkan para peneliti pada penciptaan kembali jalur pemukiman yang melintasi pulau-pulau Pasifik dan urutan tempat-temat yang dihuni oleh orang-orang Polinesia kuno.
Penanggalan atau keterangan waktu untuk setiap pemukiman diperoleh dengan menghitung jumlah generasi antara mutasi-mutasi gen yang terjadi. Menurut hasil analisis DNA ini, sebagaimana dikutip dari Heritage Daily, asal-usul Polinesia dapat ditelusuri dari Taiwan sekitar 2500 Sebelum Masehi.
Pelayaran orang-orang dari Taiwan itu mulai menyebar dari Filipina dan Indonesia ke pulau-pulau pasifik lainnya. Namun di Pasifik barat, di pulau Samoa, perjalanan luar biasa mereka dimulai, yakni dengan menjelajahi lautan yang luas.
Baca Juga: Invasi Tikus Mengambil Alih Pulau di Polinesia, Pelestari Bersiasat
Baca Juga: Menelusuri Jejak Rantai Genetika Manusia di Kepulauan Pasifik
Hasil analisis DNA menunjukkan bahwa ekspansi dari Samoa terbentang ke barat ke Fiji, Tonga yang terletak di selatan, dan kemudian ke timur ke Rarotonga sekitar tahun 830 Masehi. Pada tahun 1050 Masehi, keturunan orang-orang Rarotonga melakukan perjalanan untuk menetap di Tahiti saat ini, dan kemudian ke kepulauan Tuamotu, rangkaian atol kecil sepanjang 1.500 kilometer, hanya 50 tahun kemudian.
Kemudian, pada tahun 1210 Masehi, orang-orang dari Mangareva melakukan perjalanan sejauh 2.600 kilometer ke Pulau Paskah (Rapa Nui), tempat perlindungan darat terjauh di dunia. Lalu orang-orang Polinesia kuno juga berhasil mencapai Kepulauan Masyarakat (Society Islands).
Kecakapan navigasi orang-orang Polinesia kuno ini tidak dapat disangkal. Mereka mengamati alam yang berubah-ubah —burung, awan vulkanik, dan angin— untuk menavigasi sampan berlambung ganda melalui ribuan kilometer perairan terbuka. Diperkirakan bahwa kelompok keluarga yang terdiri dari 30-200 individu berlayar dengan tujuan menemukan lahan-lahan baru karena populasi mereka berkembang pesat dan sumber daya di tempat lama mereka menurun.
Baca Juga: Sains Terbaru Ungkap Penemu Benua Antarktika Bukanlah Orang Barat
Para pendatang pertama mengalami pertumbuhan awal yang cepat, didorong oleh sumber daya terumbu karang yang melimpah, koloni burung laut, dan burung yang tidak dapat terbang yang segera punah setelahnya. Eksplorasi baru yang berani kemudian dilakukan seiring dengan bertambahnya populasi mereka di tempat lama dan mengikuti pola yang sama, yakni pencarian tanpa akhir untuk sumber daya yang belum dieksploitasi lebih lanjut.
Hal ini menunjukkan bahwa jelas kolonisasi Polinesia adalah ekspansi tanpa preseden yang memungkinkan ekspresi budaya menyebar. Adat istiadat, desain, dan simbol serupa dapat diamati di seluruh kepulauan Pasifik, di mana patung-patung batu kolosal atau Moai yang ikonik di Pulau Paskah adalah contoh yang paling menonjol.
Hasil analisis DNA menunjukkan bahwa orang-orang yang hidup di pulau-pulau Pasifik itu memiliki nenek moyang yang sama. Nenek moyang yang kuat yang sanggup mengarungi laut beribu kilometer jauhnya.
Source | : | Nature,Heritage Daily |
Penulis | : | Utomo Priyambodo |
Editor | : | Mahandis Yoanata Thamrin |
KOMENTAR