"Karbon biru" adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada karbon dioksida yang berhasil ditangkap dan disimpan dalam ekosistem laut. Ekosistem karbon biru pesisir, yang mencakup hutan bakau, padang lamun, rawa pasang surut, dan rumput laut, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menyediakan berbagai layanan ekosistem yang krusial bagi kehidupan di Bumi.
Sayangnya, ekosistem-ekosistem ini semakin terancam oleh berbagai aktivitas manusia seperti pembangunan pesisir yang tidak terkendali, perluasan area akuakultur yang berlebihan, perubahan kondisi laut yang semakin ekstrim, dan tingkat polusi yang terus meningkat.
Proyek-proyek karbon biru yang ada saat ini umumnya mengandalkan mata pencaharian alternatif atau pembiayaan karbon sebagai sumber dana. Namun, kenyataannya adalah banyak wilayah yang memiliki potensi besar untuk menyimpan karbon biru tidak memiliki kondisi yang memadai untuk mengakses sumber-sumber pendanaan tersebut.
BC+ hadir untuk mengatasi tantangan ini dengan mengembangkan dan menskalakan model bisnis yang secara erat mengintegrasikan tujuan perlindungan lingkungan dan produksi ekonomi.
“Selama beberapa tahun terakhir, karbon biru telah muncul sebagai solusi ampuh untuk mengatasi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan ketahanan masyarakat,” kata Daniela Raik, Wakil Presiden Eksekutif Program Lapangan di Conservation International.
“Dengan dukungan ORCA dalam meluncurkan BC+, kami sekarang berada dalam posisi untuk menghubungkan model bisnis berskala dengan konservasi, memungkinkan kami untuk secara bersamaan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan melestarikan ekosistem pesisir di seluruh dunia.”
Kerusakan ekosistem karbon biru di wilayah pesisir telah menyebabkan hilangnya berbagai layanan ekosistem yang sangat penting bagi masyarakat, tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya, tetapi juga melepaskan emisi gas rumah kaca yang sangat signifikan, mencapai hingga 1,9 gigaton setiap tahunnya.
Untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini, terutama dalam hal jalur pembiayaan karbon, inisiatif BC+ hadir sebagai solusi yang menjanjikan, dengan tujuan untuk mendorong dan mempercepat investasi dalam upaya konservasi dan restorasi ekosistem pesisir yang sangat berharga ini.
Pada tahun 2050, BC+ memiliki visi yang ambisius untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap konservasi dan restorasi hingga 16,9 juta hektar hutan bakau, rawa pasang surut, dan padang lamun.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat iklim yang setara dengan penyimpanan hingga 2,2 gigaton CO2, sebuah langkah penting dalam mitigasi perubahan iklim global. Selain itu, BC+ juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan lebih dari 50 juta orang yang bergantung pada ekosistem pesisir ini, sehingga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat pesisir.
KOMENTAR